SMARTPEKANBARU.COM – – Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Tol Pekanbaru–Rengat sebagai upaya memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Fokus percepatan diarahkan pada seksi lingkar Pekanbaru melalui rapat Penyelesaian Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) yang digelar untuk memastikan setiap kendala proyek dapat segera diselesaikan.
Dalam rapat tersebut, berbagai pihak terkait merumuskan langkah konkret percepatan, mulai dari persoalan teknis hingga non-teknis seperti pembebasan lahan. Penetapan target waktu menjadi perhatian utama agar proses penyelesaian tidak berlarut-larut.
Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis (Direktorat IV) Kejaksaan Agung RI turut hadir dan memberikan penekanan terhadap pentingnya percepatan eksekusi hasil rapat.
Direktorat IV Jaksa Agung Muda bidang Intelijen Kejagung, Imran Yusuf, menyampaikan bahwa sejumlah klaster permasalahan sebenarnya telah memiliki solusi yang dirumuskan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama Panitia Pengadaan Tanah (P2T).
“Kepada PPK Pekanbaru dan Kampar, ada beberapa klaster tadi yang sudah disampaikan sebenarnya penyelesaian itu sudah dapat dirumuskan oleh PPK bersama P2T. Harapan kami ini dapat ditetapkan targetnya kapan langsung dieksekusi,” ujarnya di Hotel Premiere Pekanbaru, Selasa (14/04/2026).
Ia menegaskan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah percepatan realisasi di lapangan, bukan sekadar perencanaan.
“Karena momen kita adalah percepatan segera dieksekusi. Sehingga, dapat membuat kerangka kerjanya untuk mencapai target penyelesaian,” jelasnya.
Imran juga menekankan pentingnya koordinasi apabila terdapat kendala selama proses berlangsung. Menurutnya, tim pendamping dari kejaksaan siap membantu hingga ke tingkat teknis.
“Nanti kalau ada kesulitan koordinasi kepada kita. Kami PPS ini ada tim turunan sampai dengan teman-teman di level P2T, jadi bisa dikoordinasikan dengan teman-teman di kejaksaan negeri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, mekanisme diskusi terbuka perlu dimanfaatkan oleh seluruh pihak agar solusi dapat segera ditemukan dan diimplementasikan.
“Sehingga, ini bisa dibawa untuk berdiskusi supaya nanti ada solusinya agar mendapatkan seperti apa langkah-langkah percepatannya,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) seperti Tol Pekanbaru–Rengat membutuhkan kerja sama lintas sektor.
“Jadi penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) ini prinsipnya adalah kerja kolaborasi. Semoga dari pertemuan hari ini dapat segera direalisasikan.” pungkasnya.
Pembangunan tol ini diharapkan dapat memperlancar distribusi barang dan jasa serta meningkatkan aktivitas ekonomi antarwilayah di Provinsi Riau.
Sumber: Media Center Riau
