SMARTPEKANBARU.COM – Sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru mulai mengalami kekosongan stok minyak goreng bersubsidi Minyakita.
Kondisi ini diketahui setelah dilakukan penelusuran di beberapa pasar, seperti Pasar Arengka, Pasar Simpang Baru Panam, dan Pasar Limapuluh.
Para pedagang di lokasi tersebut mengaku sudah kehabisan pasokan Minyakita dan terpaksa menjual minyak goreng merek lain dengan harga yang lebih tinggi.
Saat ini, pedagang masih menunggu distribusi pasokan baru dari pihak distributor.
Seorang pedagang di Pasar Lima Puluh Pekanbaru, Tina, menyebut bahwa pasokan Minyakita diperkirakan akan kembali tersedia pada Selasa (14/4/2026) malam.
“Katanya malam ini mau datang, setelah kami transfer baru diantar distributor,” ungkap seorang pedagang, Tina kepada Tribunpekanbaru.com.
Ia menjelaskan bahwa distribusi Minyakita biasanya dilakukan dua kali dalam sepekan, namun jumlah pasokan yang diterima masih terbatas.
“Kalau sekali antar biasanya ada 30 dus diantar ke kedai kami,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru turut melakukan pemantauan ke sejumlah pasar untuk memastikan kondisi pasokan.
Kepala Disperindag Kota Pekanbaru melalui Kepala Bidang Tertib Perdagangan dan Perindustrian, Khairunnas, menyebut bahwa distribusi Minyakita masih terus berjalan.
“Alhamdulilah masih ada pendistribusian dari bulog sebagai satu distributor,” papar Kepala Disperindag Kota Pekanbaru melalui Kepala Bidang Tertib Perdagangan dan Perindustrian, Khairunnas.
Disperindag juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan lainnya, seperti beras dan minyak goreng secara umum, masih dalam kondisi aman.
“Untuk masyatakat tidak perlu ragu tentang Minyakita ini,” ulasnya.
Sumber: Tribun Pekanbaru
