SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Banyak wanita yang sering kali mengabaikan keluhan pada area reproduksi dan organ intim karena dianggap sebagai siklus alami atau hal yang biasa. Namun, dalam podcast edukasi kesehatan terbaru, RS Awal Bros memperingatkan bahwa beberapa kondisi yang dianggap “normal” tersebut justru bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang serius.
Informasi penting ini disampaikan oleh narasumber ahli, Dr. dr. Edy Fakhrizal, Sp.OG, Subsp. Urogin RE, seorang Dokter Spesialis Obgyn Konsultan Uroginekologi Rekonstruksi Estetika di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru (Jum’at, 24/4/2026).
Dalam sesi bertajuk “Masalah Intim Wanita yang Sering Dianggap Normal, Padahal Tidak”, dr. Edy menjelaskan bahwa pemahaman yang salah terhadap gejala klinis sering membuat penanganan medis menjadi terlambat. Masalah seperti nyeri haid yang berlebihan, pola keputihan, hingga perubahan bentuk perut bawah harus dipantau secara saksama.
Menurutnya, uroginekologi sendiri fokus pada gangguan dasar panggul wanita yang melibatkan fungsi saluran kemih dan organ reproduksi. Deteksi dini melalui konsultasi ahli sangat dianjurkan agar masalah tersebut tidak berdampak pada kualitas hidup jangka panjang atau fungsi estetika organ intim wanita.
Diharapkan dengan edukasi ini, para wanita lebih berani untuk berkonsultasi dan tidak lagi menormalisasi rasa sakit atau kejanggalan yang dirasakan pada tubuh mereka.
Dalam sesi interaktif di live chat YouTube Halo Awal Bros, dr. Edy memberikan penjelasan terkait pertanyaan-pertanyaan yang sering memicu kekhawatiran masyarakat:
Batas Kewajaran Nyeri Menstruasi
Menjawab pertanyaan mengenai nyeri haid, dr. Edy menjelaskan bahwa nyeri yang wajar adalah yang tidak mengganggu aktivitas harian. Namun, jika nyeri terasa sangat hebat hingga menyebabkan pingsan, tidak mempan dengan obat antinyeri biasa, atau berlangsung sangat lama, itu bisa menjadi tanda adanya endometriosis atau gangguan lainnya.
Gumpalan Darah Saat Haid dan Risiko Kista
Menanggapi kekhawatiran tentang darah haid berbentuk gumpalan daging kecil, dokter menjelaskan bahwa gumpalan darah biasanya terjadi karena aliran haid yang sangat deras sehingga zat antikoagulan alami tubuh tidak sempat bekerja. Meskipun tidak selalu berarti kista, kondisi ini perlu diperiksa lebih lanjut jika disertai nyeri hebat atau volume darah yang sangat banyak.
Pola Haid yang Berubah (Deras ke Flek)
Mengenai siklus haid yang deras di hari awal lalu cepat berhenti atau hanya flek, dr. Edy memaparkan bahwa selama siklusnya teratur setiap bulan dan durasinya masih dalam rentang 3–7 hari, hal tersebut umumnya masih tergolong normal karena pengaruh hormon.
Kapan Keputihan Harus Diwaspadai?
Menjawab pertanyaan tentang keputihan, dr. Edy menekankan bahwa keputihan normal berwarna bening atau putih, tidak berbau, dan tidak gatal. “Waspada jika keputihan sudah berubah warna menjadi kehijauan, kuning, berbau tajam, atau menyebabkan iritasi/gatal, karena itu indikasi infeksi jamur, bakteri, atau parasit,” tegas beliau.
Perut Kembung, Buncit Bawah, dan Tanda PCOS/Kista
Menjawab kekhawatiran tentang perut buncit di bagian bawah, dokter menjelaskan bahwa perut yang membesar secara tidak wajar atau terasa keras bisa jadi merupakan tanda adanya massa seperti kista atau miom. Namun, untuk memastikan apakah itu PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), diperlukan pemeriksaan USG dan evaluasi siklus haid serta kondisi hormonal pasien.
Sebagai penutup, Dr. dr. Edy Fakhrizal, Sp.OG, Subsp. Urogin RE berpesan agar wanita lebih peka terhadap sinyal tubuhnya. “Kesehatan intim adalah investasi kualitas hidup. Jangan tunggu parah baru memeriksakan diri,” pungkasnya.
