Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • Streaming
  • Advertorial
  • Business Today
  • Ordinary News
  • Pajak Riau
  • Live Talkshow
  • Bono Speak Up
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Harga Emas Terjun Bebas, Turun ke Rp 4,2 Juta per Emas Hari ini, Masih Mau Investasi Emas? Business Today
  • Kualitas Udara Semakin Memburuk Akibat Karhutla, Masyarakat Diminta Untuk Menjaga Kesehatan News Update
  • BI Riau Gelar E-Camp Jilid 3 Economy
  • Outlook Ekonomi 2026: Di antara Risiko Fiskal dan Iklim Business Today
  • Resep Pemerintah Belum Manjur, Harga Beras Tetap “Panas” di Pasar Economy

Peredaran Narkoba Meningkat di Riau, DPRD Riau Soroti Minimnya Tempat Rehabilitasi

Posted on 27 April 202627 April 2026 By Putri Anjelina

SMARTPEKANBARU.COM – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Riau, Ayat Cahyadi, mendorong adanya penambahan fasilitas rehabilitasi narkoba di wilayah Provinsi Riau sebagai langkah konkret dalam menangani persoalan penyalahgunaan narkotika yang semakin mengkhawatirkan.

Menurutnya, kebutuhan akan fasilitas rehabilitasi yang memadai menjadi semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah kasus penyalahgunaan narkoba yang berdampak luas terhadap masyarakat.

Ia menilai bahwa kondisi peredaran narkoba saat ini sudah berada pada tahap yang meresahkan dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat secara umum.

Oleh karena itu, upaya penanganan tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi. Dalam kesempatan tersebut, Ayat juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang dinilai telah bekerja secara sigap dan responsif dalam menangani berbagai kasus narkoba di Riau.

Ia menilai langkah cepat aparat dalam mengungkap dan menangkap para pelaku, khususnya bandar narkoba, merupakan bentuk komitmen nyata dalam memberantas peredaran barang terlarang tersebut. “Pertama kita apresiasi kepada pihak kepolisian, gerak cepat menangkap bandar narkoba yang saat ini sudah mulai banyak di Riau,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat penegak hukum tersebut sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan peredaran narkoba dapat ditekan secara maksimal.

Ia menegaskan bahwa masyarakat sangat menginginkan adanya keseriusan dalam penanganan persoalan narkoba yang dinilai semakin kompleks. “Ini memang yang diharapkan masyarakat. Masyarakat juga sangat berharap persoalan narkoba ini bisa ditangani serius,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ayat menegaskan bahwa permasalahan narkoba saat ini telah berkembang menjadi ancaman serius yang tidak bisa dianggap remeh. Bahkan, kondisi tersebut sudah masuk dalam kategori darurat yang memerlukan penanganan secara bersama-sama dan berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa.

“Betul, narkoba ini sudah menjadi keresahan kita. Bahkan Indonesia sudah dinyatakan darurat narkoba,” ujarnya. Meskipun demikian, ia menilai bahwa penanganan persoalan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan hukum melalui penindakan terhadap pelaku.

Menurutnya, aspek rehabilitasi bagi para pengguna narkoba juga harus menjadi prioritas utama, karena pengguna pada dasarnya membutuhkan pemulihan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini jumlah fasilitas rehabilitasi di Provinsi Riau masih sangat terbatas dan belum sebanding dengan kebutuhan yang ada. Beberapa fasilitas yang tersedia, baik di rumah sakit jiwa maupun lembaga terkait lainnya, dinilai belum mampu menampung seluruh pasien yang membutuhkan layanan rehabilitasi secara optimal.

“Kalau di RSJ memang ada, kemudian mungkin di BNN juga ada. Tapi jumlahnya sangat sedikit,” jelasnya. Bahkan, dalam sejumlah kasus, pasien yang membutuhkan rehabilitasi terpaksa harus dirujuk ke luar daerah, seperti ke Lido maupun Batam, guna mendapatkan layanan yang lebih memadai.

Kondisi ini menunjukkan adanya keterbatasan infrastruktur layanan rehabilitasi di daerah yang perlu segera diatasi. “Kondisi ini tentu menjadi perhatian. Kalau bisa, fasilitas rehabilitasi di Riau perlu ditambah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peran pemerintah daerah sangat penting dalam menyelesaikan persoalan ini secara komprehensif. Dukungan dalam bentuk kebijakan yang tepat serta alokasi anggaran yang memadai dinilai menjadi faktor utama dalam memperluas dan meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ayat juga berharap bahwa dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa mendatang, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk pembangunan dan pengembangan fasilitas rehabilitasi narkoba di Riau.

Hal ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat upaya penanganan narkoba secara lebih efektif. “Harapannya, ke depan PAD kita bisa meningkat, sehingga kita di Komisi I bisa mendorong penambahan tempat rehabilitasi,” tegasnya.

Ayat menegaskan bahwa penanganan narkoba harus dilakukan secara seimbang antara penegakan hukum dan pemulihan korban penyalahgunaan. Dengan adanya penambahan fasilitas rehabilitasi yang memadai serta dukungan kebijakan yang kuat, diharapkan upaya pemberantasan narkoba di Riau dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi terciptanya masyarakat yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Sumber: TribunPekanbaru.com

Government, Health, Highlights, Riau Tags:Ayat Cahyadi, Darurat Narkoba, DPRD Riau, Fasilitas Kesehatan, Fasilitas Rehabilitasi, Narkoba, PAD Riau, Pemerintah Daerah, Penanganan Narkoba, Peredaran Narkoba, Rehabilitasi Narkoba

Navigasi pos

Previous Post: Digitalisasi XStar Perkuat Ketepatan Penyaluran BBM Subsidi di Riau
Next Post: Dua Anggota DPRD Pekanbaru Tunaikan Ibadah Haji, Doa dan Harapan untuk JCH Disampaikan

Related Posts

  • Kaesang Tegaskan Lagi Dukungan PSI untuk Prabowo, Soroti Hasil Kongres di Solo Government
  • Investigasi Kuota Haji Berlanjut: Rumah Menag Yaqut Digeledah, HP Disita Government
  • Bupati Kuansing Minta Pedagang Segera Kosongkan Kios Taman Jalur, 20 Januari Dibongkar Government
  • Hotel Penuh Jelang Pacu Jalur, DPRD Riau Usulkan Rumah Warga dan Sekolah Jadi Tempat Inap Government
  • Gaji dan Tunjangan DRPD Riau Jadi Sorotan, Ini Kata Sekwan DPRD Riau Riau
  • Aksi Cepat Tangani 1.000 Kasus Malaria di Sinaboi, Dinkes Riau Lakukan Penyuluhan dan Survei Health

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Sinergi Lintas Sektor di Sinaboi, Dinkes Riau Gencarkan Deteksi Dini dan Edukasi Pelajar untuk Tekan Kasus Malaria
  • Drama Menit Akhir di Rumbai: Gol Asir dan Douglas Bawa PSPS Tekuk Sumsel United 2-0
  • Beats x JENNIE Luncurkan Solo 4 Warna Onyx Black, Bisa Dipakai Tanpa Baterai

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Hanya Beberapa Daerah di Riau Diperkirakan Turun Hujan Hari Ini Rabu 8 Oktober 2025 Riau
  • Sudah 7 Daerah Usulkan Draf APBD P 2025 Untuk Dievaluasi Pemprov Riau Nasional
  • Minuman Manis Bisa Tingkatkan Risiko Fatty Liver, Ini Penelitiannya Health
  • Tak Perlu ke Luar Negeri, Teknologi Robotik Da Vinci XI Bantu Operasi Kanker Prostat Lebih Aman Health
  • Keadilan Restoratif Jadi Langkah LAMR Selesaikan Konflik PT SSL dengan Warga Tumang Siak Siak
  • Memperkuat Jaringan di Korea Selatan, BRI Merayakan HUT ke-79 RI Bersama Diaspora Internasional
  • Komisi I Tegaskan Mekanisme Transfer Data ke AS Wajib Patuh UU PDP Government
  • Tiga Tipe Kepribadian Leo Berdasarkan Decan, Mana yang Paling Mirip? Lifestyle

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme