SMARTPEKANBARU.COM – Anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru untuk meningkatkan jumlah fasilitas waste station sebagai salah satu upaya strategis dalam menangani persoalan sampah di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Menurutnya, keberadaan fasilitas ini dapat menjadi solusi yang lebih sistematis dan berkelanjutan dalam mengelola sampah perkotaan yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat.
Menurut Ayat, waste station yang saat ini telah beroperasi dinilai memberikan dampak yang cukup positif bagi masyarakat. Program ini tidak hanya berfungsi untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Selain itu, keberadaan fasilitas ini turut mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan. “Insya Allah, bagus program waste station ini. Kalau bisa diperbanyak lagi, karena saat ini jumlahnya masih terbatas, kalau tidak salah baru sekitar lima titik,” ujar Ayat.
Ia menegaskan bahwa DPRD Riau memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota dalam menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Lebih lanjut, Ayat menjelaskan bahwa konsep waste station tergolong efektif karena berfungsi sebagai pusat pengelolaan sampah yang terorganisir di tingkat masyarakat.
Dengan adanya titik-titik pengumpulan ini, warga memiliki akses yang lebih mudah untuk memilah dan menyetorkan sampah mereka secara langsung, sehingga proses pengelolaan menjadi lebih efisien dan terarah.
Bahkan, lanjut Ayat, program tersebut juga memiliki nilai tambah dari sisi ekonomi karena sampah yang disetorkan oleh masyarakat dapat ditukar dengan uang. “Ini bagus sekali, masyarakat jadi termotivasi. Sampah tidak hanya dibuang, tapi juga punya nilai ekonomi. Bisa ditukar dengan uang,” jelasnya.
Hal ini dinilai mampu menjadi insentif tambahan bagi masyarakat untuk lebih aktif dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Ayat juga menyarankan agar ke depan pembangunan waste station dapat diperluas hingga mencakup seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru.
Ia menilai bahwa pemerataan fasilitas ini penting agar manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat di berbagai wilayah. Meski demikian, ia memahami bahwa realisasi program tersebut memerlukan perencanaan yang matang serta pelaksanaan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran dan kesiapan infrastruktur.
“Kalau bisa setiap kecamatan ada. Memang itu masih besar cakupannya, tapi bisa dilakukan secara bertahap. Yang penting program ini terus dikembangkan,” ujarnya. Ia pun memberikan apresiasi atas langkah awal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menghadirkan inovasi pengelolaan sampah ini.
Ayat berharap program waste station dapat terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Pekanbaru secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sumber: TribunPekanbaru.com
