SMARTPEKANBARU.COM, Kampar – Hingga awal bulan Juni 2026, realisasi pendapatan dan belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni Kabupaten Kampar belum menunjukkan pergerakan yang signifikan. Berdasarkan data resmi dari situs web Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per hari Selasa, 2 Juni 2026, serapan untuk dana transfer yang dikucurkan oleh pemerintah pusat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar tercatat belum menyentuh angka 30 persen. Dari total pagu anggaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebesar Rp1,94 triliun, realisasi dana transfer yang masuk ke kas daerah baru mencapai Rp569,39 miliar atau setara dengan 29,35 persen. Progres pencapaian secara umum ini berbanding lurus dengan lambatnya realisasi pada sektor pendapatan maupun sektor belanja daerah secara menyeluruh di Kabupaten Kampar.
Secara akumulatif, total pagu untuk Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Kampar ditetapkan sebesar Rp2,58 triliun. Namun, hingga awal Juni ini, realisasi pendapatan daerah baru terkumpul sebanyak Rp740,48 miliar atau hanya menyentuh persentase 28,61 persen. Jika dirinci, struktur pendapatan daerah tersebut terdiri atas tiga sektor utama. Sektor pertama adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp499,91 miliar, tetapi baru bisa terealisasi sebesar Rp135,31 miIiar atau 27,07 persen. Sektor PAD ini mencakup pos pajak daerah dengan realisasi Rp90,03 miliar dari pagu Rp353,49 miliar (25,47 persen), pos retribusi daerah dengan realisasi Rp38,55 miliar dari pagu Rp117,93 miliar (32,69 persen), pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dengan realisasi Rp4,94 miliar dari pagu Rp25,39 miIiar (19,46 persen), serta pos lain-lain PAD yang sah dengan capaian paling tinggi yaitu sebesar Rp1,78 miIiar dari pagu Rp3,10 miIiar atau mencapai 57,45 persen.
Selain ditopang oleh PAD dan dana transfer pusat, struktur pendapatan daerah Kampar juga disokong oleh sektor pendapatan transfer antardaerah. Dari sektor transfer antardaerah ini, pagu yang dianggarkan adalah sebesar Rp147,96 miliar dengan realisasi saat ini baru mencapai Rp35,78 miIiar atau berkisar di angka 24,18 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, sektor Belanja Daerah Kabupaten Kampar tercatat baru terserap sebesar 27,57 persen. Hal itu berarti dari total pagu belanja daerah sebesar Rp2,65 triliun, Pemkab Kampar baru membelanjakan anggarannya sebesar Rp731,55 miliar untuk mendanai berbagai program kerja pembangunan. Menariknya, di tengah keterlambatan serapan pada pos pendapatan dan belanja tersebut, sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya justru menunjukkan lonjakan performa yang sangat signifikan, di mana realisasinya berhasil menembus angka hingga 141,66 persen.
Sumber: Tribun Pekanbaru
