SMARTPEKANBARU.COM, Kuantan Singingi – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, mengajak para alumni Universitas Riau (UNRI) yang berasal dari daerah tersebut untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, alumni perguruan tinggi tidak cukup hanya berbangga dengan gelar akademik yang telah diraih, tetapi juga perlu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai bidang yang mereka tekuni.
Ajakan tersebut disampaikan Suhardiman saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Universitas Riau (IKA UNRI) Kabupaten Kuansing yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara para alumni dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Suhardiman menegaskan bahwa keberadaan organisasi alumni harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Ia menilai para alumni memiliki modal yang sangat besar berupa pendidikan, pengalaman, kemampuan profesional, serta jaringan yang luas. Potensi tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai sektor strategis di Kuansing, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Suhardiman menjelaskan bahwa alumni perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut terlibat dalam pembangunan daerah. Mereka diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, membuka akses investasi, mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta melahirkan berbagai inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan keterlibatan aktif para alumni, berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah diyakini dapat diatasi secara lebih efektif.
Menurutnya, para alumni yang kini berkarier di berbagai bidang memiliki posisi strategis untuk membantu kemajuan Kuansing. Ada yang bekerja sebagai akademisi, birokrat, pengusaha, profesional, maupun tokoh masyarakat. Jika seluruh potensi tersebut dapat dihimpun dan diarahkan untuk tujuan yang sama, maka daerah akan memperoleh kekuatan besar dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang baik di antara sesama alumni. Organisasi alumni tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga harus menjadi ruang untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta merancang program-program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dengan demikian, keberadaan IKA UNRI dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai potensi sumber daya manusia untuk mendukung kemajuan daerah.
Selain membahas kontribusi alumni terhadap pembangunan ekonomi, Suhardiman juga menyampaikan harapannya agar hubungan antara Pemerintah Kabupaten Kuansing dan Universitas Riau semakin erat di masa mendatang. Ia menginginkan adanya kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu cita-cita yang disampaikannya adalah keinginan agar suatu hari nanti Kuansing memiliki kampus Universitas Riau. Menurutnya, kehadiran kampus tersebut akan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat setempat. Dengan semakin dekatnya akses pendidikan, generasi muda Kuansing diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus meninggalkan daerah asal mereka.
Ia meyakini bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, upaya memperluas akses pendidikan harus menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah, perguruan tinggi, maupun organisasi alumni.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat IKA UNRI, Wan Muhammad Hasyim, memaparkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan organisasi alumni dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu program yang menjadi prioritas adalah pembangunan Rumah Alumni. Fasilitas tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan, komunikasi, dan koordinasi bagi para alumni Universitas Riau.
Rumah Alumni diharapkan dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai gagasan, kolaborasi, dan kegiatan yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat. Selain mempererat hubungan antaralumni, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi.
Selain itu, IKA UNRI juga berkomitmen untuk memperluas program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program tersebut diharapkan mampu membantu lebih banyak generasi muda mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala masalah biaya. Dengan dukungan beasiswa yang lebih luas, semakin banyak mahasiswa berpotensi yang dapat mengembangkan kemampuan mereka dan berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa depan.
Wan Muhammad Hasyim juga mendorong para alumni untuk mulai terlibat dalam dunia usaha dan bisnis. Menurutnya, keterlibatan alumni dalam sektor ekonomi dapat memperkuat kemandirian organisasi sekaligus membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat. Semakin banyak alumni yang sukses di bidang bisnis, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan kepada organisasi maupun daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Mahviyen Trikon Putra resmi dilantik sebagai Ketua IKA UNRI Kabupaten Kuansing periode 2025–2030. Dengan kepengurusan yang baru, organisasi alumni diharapkan mampu menjalankan berbagai program yang telah direncanakan serta memperkuat peran alumni sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kuantan Singingi.
Sumber: Tribun Pekanbaru
