SMARTPEKANBARU.COM- Komisi III DPRD Pekanbaru memanggil Dinsos Pekanbaru untuk melakukan rapat dengar pendapat (hearing), Senin (25/8/2025).
Hearing digelar di ruang Banmus, dengan membahas beberapa program kerja hingga progres yang sudah dicapai hingga Agustus ini. Satu di antaranya, membahas penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng), orang telantar, pak Ogah dan program strategis lainnya.
Hearing dipimpin Ketua Komisi III DPRD Hj Niar Ee Erawati, Wakil Ketua Tekad Indra Pradana, Sekretaris Abu Bakar SPi dan anggota Komisi III lainnya.
Sementara dari Dinsos, hadir Sekretaris Dinsos Rahma, plus para kepala bidang. Dalam rapat, anggota dewan menyoroti masih lemahnya penertiban yang dilakukan, serta meningkatnya jumlah gepeng dan pak ogah.
Keberadaan mereka dinilai meresahkan masyarakat, dan mengganggu ketertiban umum.
Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru, Abu Bakar SPi menyatakan, keberadaan gepeng dan pak ogah, telah menjadi masalah klasik yang belum juga tuntas dari tahun ke tahun.
“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat, terkait keberadaan gepeng dan pak ogah. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami minta Dinsos bertindak tegas dan konsisten,” kata Abu Bakar kepada Tribunpekanbaru.com, usai rapat.
Komisi III juga menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Sosial, Satpol PP, dan pihak terkait dalam melakukan penertiban serta pembinaan.
Legislator juga meminta Dinsos memberikan solusi jangka panjang, seperti pembinaan di panti sosial dan pelatihan keterampilan kerja. Termasuk kepastian tersedianya shelter (rumah singgah).
Di hadapan Komisi III, Sekretaris Dinsos Pekanbaru Rahma mengaku, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah, namun terkendala oleh keterbatasan personil dan anggaran.
“Kami sudah melakukan razia rutin, namun banyak dari mereka kembali lagi. Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk anggarannya” jelasnya.
Diketahui beberapa lokasi Gepeng Paling Marak di Pekanbaru diantaranya di Simpang SKA dan Flyover Arengka, Simpang Arifin Ahmad–Soekarno Hatta, Simpang Empat Panam, Simpang Gajah Mada–Diponegoro, Simpang Sudirman–Harapan Raya, Area pusat kuliner, SPBU, dan ritel, bahkan di bawah terowongan antara Mall SKA dan Living World.
Modus yang sering digunakan menjual tisu atau membersihkan kaca mobil, menjadi badut jalanan atau manusia silver, Menggendong bayi untuk menarik simpati hingga Anak-anak usia sekolah yang ikut meminta-minta
Sumber : Tribunpekanbaru.com
