SMARTPEKANBARU.COM- Meski tarif parkir tepi jalan umum sudah turun, namun keberadaan jukir liar masih menjadi momok bagi masyarakat, keberadaan jukir ilegal di setiap tempat usaha, makin ramai.
Kondisi ini yang dikeluhkan masyarakat kepada Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Davit Marihot Silaban.
Anggota Fraksi PDIP ini meminta, agar Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melalui Dishub, untuk segera melakukan penertiban parkir liar, terutama yang masih bebas beraksi.
“Sudah banyak laporan masyarakat mengenai pungutan liar parkir yang terjadi di lokasi-lokasi yang seharusnya bebas parkir. Sudah sangat menjamur,” tegas Davit Marihot kepada Tribunpekanbaru. com, Selasa (12/8/2025).
Disampaikannya, sejauh ini, meski tarif parkir sudah turun, namun sebenarnya Pemko belum menunjukkan tindakan konkrit, untuk mengatasi permasalahan parkir liar. Padahal, Wali Kota berjanji dari awal untuk menertibkannya. Termasuk menggratiskan masyarakat parkir di ritel Indomaret dan Alfamart.
“Kami melihat sampai hari ini belum ada langkah signifikan dari Pemko. Petugas parkir liar masih marak, bahkan di minimarket dan pusat perbelanjaan yang seharusnya tidak ada pungutan parkir,” tambahnya.
Menurutnya, pungutan parkir di toko-toko ritel modern seperti Indomaret, Alfamart, dan pusat perbelanjaan yang memiliki lahan parkir sendiri, seharusnya tidak dibenarkan.
Idealnya di ritel tersebut parkirnya masuk pajak parkir, yang dibayar pemilik ke Bapenda. Bukan bentuknya retribusi. Belum lagi parkirnya hingga tengah malam dan dini hari.
Kondisi ini membuat masyarakat Kota Pekanbaru semakin resah, dengan keberadaan juru parkir liar yang kerap meminta uang tanpa memberikan karcis resmi bahkan di beberapa lokasi, tarif parkir ditentukan semaunya tanpa dasar aturan yang jelas.
DPRD meminta Wali Kota Pekanbaru untuk serius menjalankan komitmennya, dalam menciptakan tata kelola parkir yang transparan, tertib, dan berpihak kepada masyarakat.
“Penertiban ini kita nilai penting, untuk meningkatkan PAD, serta mengurangi potensi kebocoran retribusi parkir. Karena yang banyak sekarang ini, pungli parkir, ” sebutnya.
Sumber : Tribunpekanbaru.com
