SMARTPEKANBARU.COM- Sejumlah anak muda mengenakan outer dari kain khas Melayu berbagai warna. Mereka menampilkan busana karya perancang lokal di panggung Taman Labuai City Walk Pekanbaru.
Penampilan fashion ini bertambah meriah dengan kilauan lampu dan tata cahaya mewarnai panggung. Mereka juga melintasi zebra cross yang melintang depan panggung tersebut.
Suasana ini tergambar dalam satu penampilan fashion show pada Soft Opening Taman Labuai City Walk Pekanbaru akhir pekan kemarin. Lokasi yang awalnya menjadi tempat kuliner di era Wali Kota Pekanbaru, Herman Abdullah kini menjelma sebagai pusat kreativitas kawula muda.
Tempat ini bukan hanya menjadi tempat wisata kuliner semata. Namun jadi tempat untuk kreativitas kawula muda dalam industri kreatif.
Mereka bisa menampilkan fashion show, kuliner hingga seni kriya yang bisa jadi daya tarik wisata Kota Pekanbaru. Fashion show pada malam akhir pekan kemarin serasa menyaksikan fashion show ala Citayem Fashion Week yang viral beberapa waktu lalu.
Satu persatu pria dan wanita memperagakan outer dengan desain khas Melayu. Mereka memperlihatkan anak busana tersebut kepada para hadirin yang datang.
“Lokasi ini nantinya bukan hanya menjadi pusat kuliner dan pelaku UMKM, jadi tempat hadirnya para pelaku industri kreatif di Kota Pekanbaru,” papar Asisten II Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut kepada Tribunpekanbaru.com.
Menurutnya, Taman Labuai City Walk Pekanbaru punya potensi jadi pusat kreativitas kawula muda. Ia menilai dengan lokasi yang strategis dan pengelolaan yang baik, tentu lokasi ini bisa menjadi model bagi pengembangan UMKM di daerah lainnya.
“Jadi Taman Labuai siap menjadi salah satu destinasi wisata kuliner dan UMKM terbaik di Pekanbaru, dengan pengembangan yang terus-menerus bisa jadi satu ikon kota,” paparnya.
Ingot mengatakan bahwa fasilitas di lokasi itu terus dilengkapi. Lokasi ini cocok menjadi tempat nongkrong dengan banyak gerai yang menampilkan produk-produk lokal.
Dirinya menambahkan bahwa ada 17 gerai sudah terisi dari 21 gerai yang ada. Ia menyebut pada tahap awal kawasan itu bakal menjadi pusat kuliner dan UMKM yang menawarkan berbagai menu kuliner lokal.
Ada rencana pengembangan lokasi tersebut berlanjut dengan bertambahnya gerai. Apalagi sudah ada gerai Dekranasda Pekanbaru yang menampilkan produk-produk kerajinan dan kriya lokal.
“Lewat soft opening kemarin, menandai bahwa Taman Labuai sudah kembali menjadi pusat kuliner dan kreativitas,” paparnya.
Ingot menyakini bahwa ketika Taman Labuai dikelola dengan baik tentu para pengunjung nyaman. Ia menyampaikan bahwa fasilitas parkir di kawasan itu bakal menerapkan sistem parkir non-tunai yang modern dan efisien.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung menyatakan bahwa Taman Labuai ini punya sejarah panjang. Ia menyebut lokasi ini menjadi saksi geliat kota bagi warga yang tumbuh dan besar di Kota Pekanbaru.
Agung sangat berharap Taman Labuai bisa menjadi ikon Kota Pekanbaru. Ikon tempat destinasi wisata layaknya Malioboro di pusat Kota Pekanbaru.
“Jadi Taman Labuai hadir tidak hanya sebagai pusat kuliner, tapi pusat kreativitas dan berkumpul bagi masyarakat,” ujarnya.
Sumber : Tribunpekanbaru.com
