SMARTPEKANBARU.COM – Berikut adalah penjelasan Olympic Movement atau Gerakan Olimpiade yang menjadi dasar aksi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Komite Olimpiade Internasional akhirnya mengeluarkan sikap setelah Pemerintah Indonesia membatalkan visa-visa atlet Israel yang akan bertanding di Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025. Dewan Eksekutif IOC menuliskan pernyataan resmi mereka terkait “pembatasan akses dari tuan rumah event untuk atlet-atlet dan boiket serta pembatalan kompetisi karena tensi politik.” Lebih lanjut, IOC mengadakan menekankan posisi mendasar mereka bahwa:
“Semua atlet, tim, dan pejabat olahraga yang memenuhi syarat harus dapat mengambil bagian dalam kompetisi dan acara olahraga internasional tanpa bentuk diskriminasi apa pun oleh negara tuan rumah, sesuai dengan Piagam Olimpiade dan prinsip-prinsip dasar non-diskriminasi, otonomi, dan netralitas politik yang mengatur Gerakan Olimpiade.”
Penjelasan Gerakan Olimpiade Gerakan Olimpiade adalah aksi terorganisir, universal, dan permanen, yang dilakukan di bawah otoritas tertinggi Komite Olimpiade Internasional (IOC). Ini mencakup semua individu dan entitas yang terinspirasi oleh nilai-nilai Olympism (filosofi yang mendasari Gerakan Olimpiade). Berikut adalah penjelasan utamanya:
1. Tujuan Utama Tujuan dari Olympic Movement adalah untuk berkontribusi dalam membangun dunia yang damai dan lebih baik dengan mendidik kaum muda melalui olahraga yang dilakukan sesuai dengan Olympism dan nilai-nilai intinya:
Keunggulan (Excellence): Berjuang untuk memberikan yang terbaik dalam olahraga dan kehidupan. Persahabatan (Friendship): Mempromosikan ikatan dan pemahaman antar individu dan negara.
Rasa Hormat (Respect): Menghormati diri sendiri, orang lain, aturan, dan lingkungan.
2. Konstituen Utama Olympic Movement terdiri dari tiga konstituen utama yang bekerja sama: Komite Olimpiade Internasional (IOC): Otoritas tertinggi, yang mengawasi Gerakan Olimpiade, mengatur Piagam Olimpiade, dan memilih kota tuan rumah Olimpiade. Federasi Olahraga Internasional (IFs): Organisasi yang mengatur olahraga di tingkat internasional (misalnya, FIFA untuk sepak bola, World Athletics untuk atletik).
Komite Olimpiade Nasional (NOCs): Organisasi yang mengembangkan, mempromosikan, dan melindungi Gerakan Olimpiade di negara mereka masing-masing, sesuai dengan Piagam Olimpiade (contohnya di Indonesia adalah KOI).
3. Jangkauan Komite Penyelenggara Olimpiade (OCOGs). Asosiasi dan klub olahraga nasional. Para atlet (yang kepentingannya adalah elemen fundamental). Wasit, pelatih, dan seluruh organisasi yang diakui oleh IOC (seperti Komite Paralimpiade Internasional, Badan Anti-Doping Dunia, dll.).
4. Piagam Olimpiade Seluruh anggota Olympic Movement diwajibkan untuk mematuhi Piagam Olimpiade (Olympic Charter), yang merupakan seperangkat peraturan dan pedoman untuk mengatur Gerakan Olimpiade dan penyelenggaraan Pesta Olahraga Olimpiade.
5. Puncak Aksi Gerakan Olimpiade mencapai puncaknya dengan penyelenggaraan festival olahraga akbar, Olimpiade (Musim Panas dan Musim Dingin), yang mempertemukan para atlet dunia dalam suasana persaingan damai.
sumber ; kompas.com
