SMARTPEKANBARU.COM – Awal pekan ini tak seperti biasanya bagi warga Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Sejak Minggu (19/10/2025) hujan turun tanpa henti.
Mendung tebal menggantung di langit, udara sangat lembab dan dingin. Saat pagi datang, Senin (20/10/2025) genangan air masuk ke rumah-rumah warga.
Banjir di kampung ini hingga selutut orang dewasa, bahkan di beberapa titik lebih dalam lagi.
Halaman rumah berubah menjadi kubangan, jalan raya seperti sungai kecil yang mengalir pelan, dan kebun-kebun warga pun ikut terendam.
Anak-anak yang biasanya bermain di halaman, kini hanya bisa memandangi hujan dari jendela.
“Air masuk sejak malam. Sekarang sudah sampai ruang tengah,” tutur Lina, salah satu warga Sengkemang, dengan suara lelah di pagi Senin.
Menurut Lina, banjir kali ini lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.
Mungkin hari ini banyak warga yang meninggalkan rumahnya untuk mencari tempat perlindungan yang lebih aman.
“Kami mohon kepada pemerintah agar segera turun tangan. Kami butuh bantuan dapur umum, air bersih juga sudah sulit. Kami tak bisa beraktivitas lagi,” ujarnya.
Dari pantauan di lapangan, air mulai naik sejak Minggu malam dan semakin tinggi pada Senin pagi ini.
Kampung Sengkemang memang daerah rendah di banding kampung lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Siak, Novendra Kasmara, langsung turun ke lokasi bersama tim untuk meninjau kondisi. Ia mengakui kampung ini termasuk langganan banjir.
“Banjir di Sengkemang ini dipengaruhi letak geografisnya yang berada di dataran rendah,” ujar Novendra.
Menurutnya air datang dari buangan Kampung Sialang Sakti dan beberapa kampung di bagian atas yang mengalir menuju Sungai Sengkemang. Sayangnya, saluran pembuangan kecil dan sebagian tersumbat.
“Menjelang air sampai di sungai Sengkemang, kanal -kanal sudah meluber akhirnya merendam pemukiman,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi itu membuat air tak mampu mengalir cepat ke sungai. Box culvert yang sempit dan tersumbat menyebabkan air meluap ke jalan dan permukiman.
Sejumlah rumah terendam, sementara akses warga terhambat.
Sebelumnya ia sudah meminta Penghulu, RT, dan RK Kampung Sengkemang untuk melakukan gotong royong membersihkan kanal dan saluran air.
Namun derasnya hujan dan melimpahnya volume air dari hulu membuat upaya itu belum cukup menahan banjir.
“Hari ini kami turun lagi untuk mencari solusi. Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak agar air bisa cepat surut dan aliran menuju Sungai Sengkemang lancar,” tambah Novendra.
BPBD Siak juga menyiapkan langkah tanggap darurat, termasuk opsi pendirian dapur umum dan bantuan logistik.
Sementara itu, warga diimbau untuk tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar kanal dan parit yang kini penuh air.
Langit Sengkemang tampak kelabu. Rintik hujan belum juga reda.
Di antara genangan air yang menenggelamkan halaman dan jalan, warga berdoa semoga cuaca segera membaik, dan banjir ini cepat berlalu.
Sumber : Tribunpekanbaru.com
