SMARTPEKANBARU – Operasi Sosial yang sudah digelar Tim Gabungan Pemko Pekanbaru beberapa kali, membuahkan hasil.
Sudah seratusan para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (P2KS), yang berhasil ditertibkan dan dibina. Operasi serupa akan terus digelar, hingga P2KS benar-benar bersih di Kota Pekanbaru.
Ketua DPRD Pekanbaru M Isa Lahamid menyebutkan, dalam penertiban mereka yang tergabung dalam P2KS ini, perlu keseriusan dan konsisten yang kontinu.
“Jadi, apa yang sudah dilakukan Pemko sejauh ini, sudah bagus. Tinggal lagi, bagaimana mensiasati mereka ini tak lagi turun ke jalan,” tegas Isa Lahamid kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (23/10/2025).
Sekadar diketahui, mereka yang tergabung dalam P2KS ini masing-masing gepeng, orang terlantar, ODGJ, dan sejenisnya.
Menurut Politisi PkS ini, sebenarnya dalam penertiban ini, Pemko Pekanbaru punya PR besar, untuk memastikan masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, memang tidak perlu turun ke jalan demi memenuhi kebutuhan hidupnya
“Makanya, bagaimana OPD terkait seperti Dinsos, Satpol PP dan lainnya merumuskan mereka ini enggan turun ke jalan. Pastinya, harus dipenuhi kebutuhannya, karena amanat UUD 45, fakir miskin dan anak terlantar itu dipelihara oleh negara,” terangnya.
Diakui Isa Lahamid, aksi para P2KS ini sepertinya tambah subur, patut diduga mereka ini terorganisir atau berkelompok.
Ditambah lagi budaya masyarakat yang merasa kasihan, lalu memberikan uang seadanya. Termasuk juga ada komunitas yang selalu bersedekah di hari tertentu, kepada mereka yang meminta-minta di pinggir jalan kota.
Kondisi ini lah membuat mereka tetap eksis, karena mereka yakin masih ada masyarakat yang iba dengan keadaan mereka.
“Padahal itu melanggar aturan, Perda No 12 Tahun 2008 tentang Ketertiban Sosial. Ada denda hingga Rp50 juta atau pidana kurungan maksimal tiga bulan, bagi masyarakat pemberi. Ini lah yang benar-benar harus disosialisasikan,” tegasnya.
Ke depan, lanjut Isa, karena operasi ini banyak didukung berbagai pihak, diharapkan Pemko bisa memberikan pelayanan, supaya mereka tidak lagi turun ke jalan.
Di satu sisi, semua pihak menginginkan Kota Pekanbaru tidak jadi kota gepeng dan anak telantar, namun di sisi lainnya, mereka ini orang-orang yang tidak punya pilihan untuk menyambung hidup.
Sumber : Tribun Pekanbaru
