SMARTPEKANBARU.COM – SU (22) warga Kota Tangerang Banten ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan kegiatan parade Bujang Dara di Bengkalis.
Kegiatan parade Bujang Dara yang digelar di di gedung Cik Puan Bengkalis, Sabtu (25/10/2025) malam kemarin diwarnai kericuhan.
Penetapan SU sebagai tersangka dibenarkan oleh Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan.
Menurut Kapolres berdasarkan keterangan saksi saksi yang diperiksa, serta beberapa bukti yang di temukan, SU memiliki peranan utama dalam penipuan tersebut.
“Dari hasil penyidikan sementara, pelaku mengaku melakukan aksinya karena terdesak ekonomi. Namun apa pun alasannya, tindakan ini jelas melanggar hukum,” ujarnya
Menurut Kasatreskrim Polres Bengkalis Iptu Yohn Mabel, tersangka melakukan pengumpulan dana dari peserta yang mendaftar mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Cik Puan Bengkalis.
Kegiatan tersebut berupa pelantikan pengurus sanggar dan pawai adat Melayu Riau.
Seharusnya uang pendaftaran tersebut digunakan untuk sewa baju adat, sewa gedung, pembayaran EO dan lainnya.
Namun ternyata uang yang didapat tidak digunakan sebagaimana mestinya, dengan total uang yang terkumpul sekitar Rp 30 juta rupiah.
Seperti diketahui sebelumnya SU diamankan petugas Polisi karena diduga melakukan penipuan terhadap siswa SMA dengan menjanjikan pawai adat melayu Riau dibungkus dengan nama parade bujang dara, Sabtu (25/10)
Pria tersebut diamankan karena pihak polisi mendapatkan laporan dari masyarakat dan adanya aksi protes saat kegiatan berlangsung, Sabtu malam kemarin di gedung Cik Puan Bengkalis.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis Edi Sakura mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Sabtu malam kemarin tersebut merupakan kegiatan gelap. Tidak ada sangkut paut dengan Disparbudpora Bengkalis.
“Kita bahkan sempat protes di spanduk acara meraka ada logo Disparbudpora Bengkalis. Kita tidak ada mengizinkan,” jelas Edi Sakura.
Menurut dia, kegiatan yang dilaksanakan tersebut kuat dugaan penipuan, karena sudah beberapa kali diundur undur, bahkan informasi diterimanya pelaksana menjanjikan memberikan baju kepada pendaftar. Namun sampai kemarin informasinya tidak ada yang mendapatkan baju tersebut.
“Jadi ada sebagian yang mendaftar geram dan di laporkan ke polisi makanya kemarin diamankan,” tegas Edi Sakura.
Edi menegaskan kegiatan tersebut bukanlah kegiatan Disparbudpora Bengkalis, serta bukan kegiatan Bujang Dara Bengkalis.
Hal yang sama juga diungkap Ketua Ikatan Bujang Dara Bengkalis Zulham Affandi, Minggu (26/10) siang. Menurut dia, kegiatan tersebut dibuat oleh oknum yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Disparbudpora dan Ikatan Bujang Dara Bengkalis.
Pihaknya mengatakan, Ikatan Bujang Dara Bengkalis sudah mendengar kabar adanya kelompok tertentu merencanakan iven dengan nama bujang Dara beberapa waktu lalu.
Mendapat kabar tersebut Ikatan Bujang Dara Bengkalis langsung membuat informasi di akun media sosial Bujang Dara Bengkalis bahwa pihaknya tidak ada melaksanakan kegiatan pemilihan Bujang Dara.
“Yang melaksanakan kegiatan ini, sempat melakukan audiensi ke Disparbudpora dan memasukkan proposal untuk meminta bantuan kegiatan,” ungkapnya.
Pihak Ikatan Bujang Dara Bengkalis juga sempat menyampaikan agar kegiatan yang akan diselenggarakan tidak membenarkan membawa nama Bujang Dara.
Saat itu Disparbudpora Bengkalis tidak juga memberikan dukungan apapun. Namun saat pelaksanaan kemarin penyelenggara ternyata menggunakan logo Disparbudpora, pihak Dinas juga sudah memprotesnya.
“Kita sudah sampai tidak mengizinkan penggunaan nama Bujang Dara dalam acara tersebut. Namun mereka menganti namanya, tapi orang orang taunya Bujang Dara,” terangnya.
Zulham Affandi mengatakan, sepengetahuannya penyelenggara kegiatan tersebut dari informasi yang didapatkan ada kejanggalan. Alamat dari surat mereka menggunakan nama sanggar, dengan alamat berada di kecamatan Air Putih. Padahal Air Putih merupakan nama desa dan bukan kecamatan.
Zulham Affandi menegaskan, dalam kegiatan tadi malam tidak ada sangkut paut dengan Ikatan Bujang Dara Bengkalis. Pihaknya sudah menyebar informasi jauh jauh hari bahwa pihak Ikatan Bujang Dara Bengkalis tidak menyelenggarakan kegiatan ivent tersebut.
“Kami sudah jauh jauh hari, melalui akun media sosial kami, tidak mengadakan iven apapun. Kami juga sudah mengklarifikasi kegiatan tersebut bukan kegiatan Bujang Dara Bengkalis,” tandasnya.
Sumber : TribunPekanbaru.com
