SMARTPEKANBARU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap kuat di tengah tekanan global dan domestik. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan ekonomi global menunjukkan ketahanan meski kinerja perdagangan dunia cenderung stagnan. “Arah kebijakan moneter global terlihat lebih akumulatif meskipun sentimen pasar menuju 2026 tetap berhati-hati akibat meningkatnya risiko fiskal dan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang,” kata Mahendra dalam konferensi pers hasil rapat RDKB, Kamis (11/12/2025).
Ia menjelaskan kondisi Amerika Serikat (AS) masih beragam setelah penutupan pemerintahan selama 43 hari.
Pasar tenaga kerja AS melandai. The Fed juga menurunkan suku bunga acuan 2,5 basis poin menjadi 3,50–3,75 persen.
Meski begitu, sinyal kebijakan tetap cenderung hawkish karena tekanan fiskal dan naiknya yield jangka panjang.
Sementara di China, penjualan ritel dan sektor properti melambat. Pertumbuhan ekonomi Kuartal III 2025 juga turun, dengan konsumsi rumah tangga yang masih tertahan. Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. PMI manufaktur tetap berada di zona ekspansi. Mahendra mengingatkan perlunya dukungan lebih kuat untuk menjaga permintaan domestik seiring moderasi inflasi inti, kepercayaan konsumen, serta tren penjualan ritel, semen, dan kendaraan.
Pasar modal sempat tertekan pada akhir Kuartal I akibat sentimen global. Namun IHSG pulih berkat kebijakan adaptif OJK dan Bursa Efek Indonesia. Kebijakan buyback, penyesuaian batas trading halt, serta asymmetric auto-rejection membantu stabilisasi pasar. Setelah itu, IHSG kembali kuat dan mencatat beberapa rekor sepanjang 2025.
Pada intermediasi, pertumbuhan kredit perbankan dan pembiayaan melandai dibanding tahun lalu, terutama di segmen yang terdampak perlambatan sektoral. Premi asuransi, khususnya asuransi jiwa, juga tumbuh lebih rendah. “Ketahanan industri jasa keuangan dinilai tetap kuat, ditopang oleh permodalan yang solid, kecukupan pencadangan, serta profil risiko yang terkendali,” ucap Mahendra.
Sumber : Kompas.com
