SMARTPEKANBARU.COM – Alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), yang disiapkan Pemko Pekanbaru, untuk mendukung mitigasi potensi bencana sepanjang masa Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, didukung penuh legislator di DPRD Pekanbaru.
Wakil rakyat bahkan mengharapkan, anggaran tersebut bisa digunakan untuk penanganan cepat berbagai potensi bencana di kota ini.
Mulai dari banjir, peralatan pendukung, hingga cuaca ekstrem yang kerap melanda kota. “Pastinya untuk masyarakat, kita dukung all out. Titik fokus kita justru di kawasan tepian Sungai Siak, Bambu Kuning, Air Hitam, Marpoyan Damai dan lainnya. Perlu dilakukan mitigasi dari sekarang,” pinta Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Sovia Septiana S Sos, Rabu (10/12/2025) kepada Tribunpekanbaru.com.
Sekadar diketahui, status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sudah ditetapkan Pemko sejak 3 Desember 2025, hingga 31 Januari 2026. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 1055 Tahun 2025.
Srikandi Golkar tersebut menilai kebijakan itu merupakan langkah positif, yang patut didukung semua pihak.
Ini mengingat kondisi cuaca Kota Pekanbaru, yang tidak menentu, bahkan sudah sering turun hujan belakangan ini, plus munculnya sejumlah titik rawan banjir di beberapa kecamatan.
Namun penggunaan anggaran ini nantinya diharapkan transparan dan pengelolaannya tepat sasaran.
“Kita tahu, anggaran BTT ini harus benar-benar diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak dan upaya preventif. Lakukan juga koordinasi lintas OPD, plus sharring ke provinsi, agar tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan di lapangan,” sarannya.
Lebih dari itu, Sovia juga meminta Pemko memperkuat kesiapan antar OPD seperti BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial, Diskes, Perkim dan lainnya, dalam pelaksanaan mitigasi maupun respons bencana.
Ini sangat penting dilakukan, agar dana BTT tidak hanya terserap penggunaannya. Namun juga benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan saja Kota Pekanbaru tidak terjadi bencana. Apalagi didukung kesiapan Pemko dan pihak terkait, termasuk masyarakat. Tentunya kita sama-sama berusaha dan berdoa untuk terhindar,” harapnya.
Pj Sekda Pekanbaru Ingot Ahmad menyampaikan, terkait anggaran BTT ini, Pemko Pekanbaru memang tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk status siaga ini.
Namun, pemerintah kota memastikan anggaran BTT siap digunakan, bila bencana benar-benar terjadi dan membutuhkan penanganan cepat.
Pemko Pekanbaru juga sudah menjalankan sejumlah langkah mitigasi. Program gotong royong dan gerakan Pekanbaru Bersih, menjadi bagian dari upaya pencegahan yang akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
“Penetapan anggaran BTT ini berdasarkan hasil rapat bersama Pemprov Riau dan 11 kabupaten/kota kemarin, membahas kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman banjir maupun kerusakan infrastruktur, termasuk upaya menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” terangnya.
sumber ; tribunpekanbaru.com
