SMARTPEKANBARU.COM – Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo kembali menyoroti permasalahan yang dialami oleh jagoan Ducati, Pecco Bagnaia.
Juara dunia MotoGP tiga kali tersebut memberikan beberapa saran kepada pembalap asal Italia untuk memperbaiki permasalahn kepercayaan dirinya.
Tujuannya agar FB63 bisa menggunakan opsi saran dari pembalap berjukul Por Fuera tersebut demi bangkit dari keterpurukan yang menimpanya sepanjang musim 2025.
Adapun saran dari rider veteran asal Spanyol tersebut yakni Bagnaia harus bekerja sama dengan psikolog olahraga.
Ini karena Bagnaia seharusnya menjadi rival tangguh bagi Marc Marquez di tim Ducati tahun 2025 ini.
Harapan ini muncul setelah ia menjalani musim 2024 yang gemilang, di mana ia memenangkan 11 grand prix dan hanya terpaut 10 poin dari gelar juara dunia ketiga.
Sayangnya harapan itu sirna karena Bagnaia berjuang keras sejak awal karena kurangnya kepercayaan diri pada bagian depan motor GP25 miliknya.
Imbas dari hilangnya kepercayaan diri yang ada pada suami Domizia Castagnini membuat performanya menjadi sangat tidak konsisten.
Terbukti, ia hanya menang dua kali sepanjang 2025, tidak mendapatkan poin sama sekali dalam lima balapan terakhir, dan akhirnya finis di posisi kelima klasemen, tertinggal 257 poin dari Marc Marquez.
Baik pihak Ducati maupun Bagnaia tidak dapat menjelaskan masalah yang terjadi.
Bahkan lewat berbagai perubahan pengaturan motor yang dilakukan tampaknya tidak memberikan petunjuk yang tepat.
Melihat hal itu, Lorenzo percaya bahwa Bagnaia dapat mengambil manfaat dari bekerja dengan psikolog olahraga, seperti yang pernah ia lakukan selama kariernya.
Di mana tujuannya untuk membantu menemukan kembali kepositifannya ketika mengarungi gelaran MotoGP 2026 mendatang.
“Menurut pendapat saya, Pecco (Bagnaia) telah kehilangan rasa percaya diri dan semangat ini; dia menjadi sedikit terlalu negatif,” papar Lorenzo melansir Crash.
“Dia harus segera mendapatkan kembali keceriaannya, jika tidak, dia berisiko mengalami kesulitan dengan kontraknya yang akan datang.”
“Mari kita berharap bahwa memiliki tiga bulan liburan, mencoba motor yang agak baru, akan berdampak baik baginya. Mengambil jeda, punya waktu untuk melepaskan diri dari pikiran negatif,” tambahnya menjelaskan.

Akan tetapi hal itu tak cukup menurut Lorenzo lantaran Bagnaia tetap butuh ahli profesional untuk membantu dirinya bangkit.
Sebagai jebolan akademi VR46, Bagnaia harus bisa mencari pelatih hingga ke psikolog olaharaga agar bisa menemukan kembali tren positifnya.
Saran tersebut diungkap oleh Lorenzo lantaran ia sudah pernah mengalami hal serupa dan menggunakan cara tersebut.
“Namun, saya pikir Bagnaia butuh seseorang untuk membantunya dari luar: beberapa pelatih, Valentino dari VR46, pergi ke psikolog olahraga,” tutur Lorenzo.
“Saya sudah melakukannya pada waktu-waktu tertentu dalam karier saya, banyak juga yang melakukan hal serupa.”
“Dia perlu menemukan kembali kepositifan, semangatnya. Pecco setidaknya sama bagusnya dengan Alex Marquez, tidak lebih rendah,” tegasnya.
Wejangan lainnya, Lorenzo menuturkan kepada Bagnaia agar dia tetap rendah hati di tengah pilu yang membelenggunya.
“Anda harus rendah hati, tidak punya ego, dan berkata: lihat, saya punya masalah, saya akan mencoba. Mungkin Anda pergi ke psikolog, dan itu tidak akan mengubah apa pun, atau mungkin saja berhasil,” kata Lorenzo.
“Andrea Dovizioso, misalnya, pada tahun 2017, sebelum Kejuaraan Dunia MotoGP, mulai bekerja dengan psikolog, dan itu mengubah cara berpikirnya; ia mulai memiliki lebih banyak kepercayaan diri.”
“Dia adalah pembalap yang sama; tekniknya tidak berubah, tetapi pola pikir dan keyakinannya telah berubah,” pungkasnya.
Sumber : Tribunnews.com
