SMARTPEKANBARU.COM – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Riau, Nur Azmi Hasyim, melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Roro pada lintasan Dumai – Pulau Rupat. Dalam kunjungan tersebut, ia meminta agar dilakukan penambahan armada kapal penyeberangan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama masa libur Lebaran yang mulai menunjukkan peningkatan aktivitas.
Peninjauan yang dilakukan pada Minggu itu bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi antrean kendaraan di pelabuhan serta mengevaluasi kesiapan pelayanan penyeberangan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kunjungan tersebut juga dilakukan setelah DPRD menerima laporan dari masyarakat mengenai antrean kendaraan yang cukup panjang di kawasan pelabuhan.
Saat berada di lokasi, Nur Azmi memantau secara langsung area parkir antrean kendaraan. Ia melihat berbagai jenis kendaraan yang tengah menunggu giliran untuk menyeberang, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan barang. Semua kendaraan tersebut tampak mengantre untuk menaiki kapal penyeberangan menuju Pulau Rupat.
Dalam kesempatan itu, Nur Azmi juga melakukan pertemuan dengan Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani. Pertemuan tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan terkait kondisi operasional penyeberangan, termasuk penyebab terjadinya antrean kendaraan yang cukup panjang di pelabuhan tersebut.
“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait antrean kendaraan yang cukup panjang di Pelabuhan Roro Dumai-Rupat. Karena itu kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya, sekaligus mencari langkah konkret agar pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih lancar menjelang arus mudik,” ujar Nur Azmi.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Riau melalui Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan antrean kendaraan adalah keterbatasan armada kapal yang beroperasi di lintasan tersebut.
Menurutnya, secara ideal jalur penyeberangan Dumai – Rupat seharusnya dilayani oleh tiga kapal yang beroperasi secara bergantian dan satu kapal lainnya dalam kondisi siaga atau istirahat. Namun kondisi tersebut belum dapat diterapkan karena salah satu kapal tidak lagi memiliki izin berlayar yang aktif.
“Seharusnya kita menerapkan pola tiga kapal beroperasi dan satu kapal istirahat. Tetapi satu kapal izin berlayarnya sudah mati sehingga tidak bisa dioperasikan. Saat ini hanya dua kapal yang melayani penyeberangan secara bergantian, sehingga kapasitas angkut kendaraan menjadi terbatas,” jelas Henri.
Menanggapi kondisi tersebut, Nur Azmi meminta agar Dinas Perhubungan Provinsi Riau segera mencari solusi untuk menambah armada kapal di lintasan penyeberangan Dumai – Rupat. Langkah ini dinilai penting agar pelayanan transportasi laut tetap berjalan lancar, terutama menjelang peningkatan mobilitas masyarakat pada masa mudik Lebaran.
Ia juga menyarankan agar Dishub Riau mempertimbangkan opsi peminjaman armada kapal Roro dari Bengkalis. Skema tersebut sebelumnya pernah dilakukan saat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Riau pada tahun 2025 yang berlangsung di Bengkalis.
Selain penambahan armada kapal, Nur Azmi juga mendorong peningkatan jumlah perjalanan atau trip pelayaran pada lintasan tersebut, khususnya pada jam-jam dengan volume kendaraan yang tinggi. Menurutnya, peningkatan frekuensi pelayaran akan membantu mempercepat proses bongkar muat kendaraan sehingga antrean kendaraan di pelabuhan dapat segera terurai.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan fasilitas yang tersedia di kawasan pelabuhan, terutama gedung pelayanan serta ruang tunggu penumpang. Fasilitas tersebut dinilai perlu dimaksimalkan agar masyarakat yang sedang menunggu giliran penyeberangan tetap merasa nyaman.
“Fasilitas ruang tunggu harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat yang menunggu antrean tetap merasa nyaman,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Perhubungan Provinsi Riau menyatakan kesiapan untuk menambah jumlah trip pelayaran pada lintasan Dumai – Rupat guna mengurangi kepadatan antrean kendaraan, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode arus mudik Lebaran 2026.
Selain itu, Dishub Riau juga berencana mengirimkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk membahas kemungkinan peminjaman armada kapal guna membantu operasional penyeberangan di Pelabuhan Roro Dumai – Rupat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan lancar selama masa arus mudik Lebaran.
Sumber: TribunPekanbaru.com
