SMARTPEKANBARU.COM – Tingginya harga tiket pesawat pasca Lebaran membuat sejumlah penumpang dari Pekanbaru memilih menunda jadwal kepulangan mereka ke daerah tujuan.
Salah satunya dialami Haris yang berencana kembali ke Jakarta. Ia mengaku terpaksa menunda keberangkatan karena harga tiket pesawat pada periode 25–30 Maret 2026 melonjak hingga Rp8 juta.
Menurut Haris, harga tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak wajar. Ia pun akhirnya memilih menunda kepulangan hingga 3 April 2026 setelah mendapatkan tiket dengan harga lebih terjangkau, yakni sekitar Rp1,3 juta untuk kelas ekonomi.
Selain harga yang mahal, ketersediaan tiket juga menjadi kendala. Dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, tiket ke sejumlah kota seperti Batam, Yogyakarta, dan Medan dilaporkan habis di berbagai aplikasi pemesanan.
Di sisi lain, kondisi ini berbeda bagi Lina yang tetap harus membeli tiket mahal demi kepentingan keluarga. Ia mengaku harus kembali ke Batam karena anaknya akan segera masuk sekolah pada 30 Maret 2026.
Meski harga tiket mencapai sekitar Rp2 juta, Lina tetap melakukan pembelian karena kebutuhan mendesak. Ia mengaku sudah mengantisipasi lonjakan harga sejak awal dengan menyiapkan anggaran khusus untuk kepulangan.
Menurutnya, tingginya harga tiket cukup membebani, karena biasanya biaya perjalanan udara berada di bawah Rp1 juta. Ia berharap harga tiket bisa kembali normal agar tidak memberatkan masyarakat.
Fenomena lonjakan harga tiket pesawat ini kerap terjadi pada periode arus balik Lebaran, seiring meningkatnya permintaan dan terbatasnya ketersediaan kursi penerbangan.
Sumber: Tribun Pekanbaru
