SMARTPEKANBARU.COM — Atlet para-atletik kebanggaan Indonesia, Nur Ferry Pradana, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas apresiasi nyata dari pemerintah berupa bonus prestasi dari ajang ASEAN Para Games XIII Thailand 2025. Pria asal Medan yang telah sepuluh tahun menghuni pelatnas NPC ini menilai pemberian bonus tersebut merupakan bukti kehadiran negara dalam menyetarakan harkat dan perjuangan atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama Merah Putih di kancah internasional. Ferry berhasil menyapu bersih tiga medali emas sekaligus pada nomor lari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter kategori T47.
Dalam keterangannya pada Selasa (17/03/2026), Ferry mengungkapkan bahwa pencairan bonus tersebut menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh para pejuang olahraga. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas penghargaan yang diberikan, yang ia nilai mampu meningkatkan semangat bertanding bagi seluruh atlet disabilitas Indonesia. Baginya, apresiasi ini bukan sekadar nominal materi, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras dan dedikasi tinggi yang telah dicurahkan selama masa persiapan hingga pelaksanaan kompetisi di Thailand.
Berbeda dengan pola konsumtif pada umumnya, Ferry menegaskan komitmennya untuk mengelola bonus tersebut secara produktif. Ia berencana mengalokasikan dana tersebut sebagai modal tambahan usaha serta investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi keluarganya. Selain pengembangan bisnis, pendidikan anak menjadi prioritas utama dalam perencanaan keuangan masa depannya. Langkah ini diambil agar kesejahteraan yang didapatkan dari dunia olahraga dapat tetap terjaga bahkan setelah dirinya gantung sepatu dari lintasan lari.
Menurut Ferry, pengelolaan keuangan yang bijak sangatlah krusial bagi seorang atlet, mengingat masa keemasan dalam dunia olahraga memiliki batas waktu tertentu. Ia mendorong rekan-rekan sesama atlet untuk mulai melek investasi sejak dini guna menjamin kemandirian ekonomi di masa depan. Fokus pada pemanfaatan modal untuk hal-hal yang bersifat aset dinilai lebih bijak dibandingkan menghabiskan bonus untuk keinginan sesaat. Pola pikir visioner ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi atlet muda lainnya dalam menata karier dan kehidupan pribadi.
Saat ini, Ferry tengah fokus menjalani masa pemulihan akibat cedera lutut yang dialaminya saat bertanding di Thailand. Meskipun masih dalam tahap rehabilitasi, semangatnya tidak surut untuk kembali membela Indonesia pada ajang ASEAN Para Games Malaysia mendatang. Kejuaraan di Malaysia tersebut akan menjadi tonggak sejarah penting baginya karena menandai sepuluh tahun perjalanannya di pusat pelatihan nasional. Ia bertekad memberikan performa terbaik sebagai penanda satu dekade pengabdiannya di dunia para-atletik.
Pemerintah sendiri telah menetapkan besaran bonus yang signifikan bagi para peraih medali, yakni Rp1 miliar untuk emas nomor perorangan, Rp800 juta untuk nomor ganda, dan Rp500 juta untuk nomor beregu. Skema penghargaan yang kompetitif ini diharapkan terus memacu prestasi olahraga Indonesia di level regional maupun global. Keberhasilan Ferry Pradana membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat dan manajemen diri yang baik, para atlet disabilitas mampu menjadi pahlawan bangsa sekaligus individu yang mandiri secara ekonomi.
Sumber : Go riau
