SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau bergerak cepat merespons Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/1602/2026 terkait kewaspadaan terhadap penyakit campak. Sebagai langkah preventif, manajemen rumah sakit pelat merah ini memperketat pengawasan kesehatan bagi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas. Langkah ini diambil guna memastikan lingkungan rumah sakit tetap aman, baik bagi para petugas maupun pasien yang sedang menjalani perawatan.
Direktur RSUD Arifin Achmad, drg. Yusi Pratiningsih, menyatakan bahwa pihaknya telah mencanangkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau Medical Check-Up (MCU) bagi nakes yang memiliki risiko tinggi terpapar. Kewaspadaan ini menjadi prioritas utama mengingat interaksi nakes dengan pasien terjadi setiap hari. Melalui pemeriksaan rutin, potensi penularan penyakit menular di lingkungan kerja dapat dideteksi sedini mungkin sebelum berdampak lebih luas.
“Sebagai bentuk kewaspadaan campak bagi nakes, kami selalu mensyaratkan setiap tahunnya bagi mereka untuk melakukan MCU. Ini adalah prosedur standar yang kini kami pertajam intensitasnya menyusul arahan dari Kemenkes RI,” ujar drg. Yusi dalam keterangannya di Pekanbaru, Selasa (31/3/2026). Pemeriksaan ini mencakup dokter, perawat, hingga petugas penunjang medis lainnya yang berada di garda terdepan pelayanan.
Selain pemeriksaan fisik, manajemen RSUD juga memastikan status vaksinasi para tenaga kesehatan telah diperbaharui. Vaksinasi dinilai sebagai benteng pertahanan paling efektif dalam mencegah infeksi campak yang dikenal memiliki tingkat penularan yang sangat cepat. Dengan memastikan seluruh nakes telah mendapatkan proteksi imunisasi yang lengkap, RSUD Arifin Achmad berupaya meminimalisir risiko klaster penularan di area rumah sakit.
Sebagai rumah sakit rujukan akhir penanganan penyakit campak di Bumi Lancang Kuning, RSUD Arifin Achmad berkomitmen memberikan pengobatan maksimal bagi pasien yang dirujuk dari kabupaten/kota. Namun, drg. Yusi mengingatkan bahwa hulu dari pencegahan penyakit ini tetap berada pada dinas kesehatan di tingkat daerah melalui program imunisasi dasar. Sinergi antara upaya preventif di masyarakat dan kesiapan kuratif di rumah sakit menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran campak di Riau.
“Kami berusaha semaksimal mungkin mengobati pasien-pasien yang datang. Kesiapan fasilitas dan SDM kami sudah sangat matang untuk menangani kasus-kasus rujukan berat,” tambahnya. Dengan penguatan sistem deteksi dini melalui MCU bagi nakes, RSUD Arifin Achmad optimis dapat menjaga kualitas pelayanan kesehatan tetap prima sekaligus melindungi aset paling berharga mereka, yakni para pejuang kesehatan, dari ancaman penyakit menular.
Sumber : Media Center Riau
