SMARTPEKANBARU.COM – Penglihatan merupakan salah satu indra vital yang menunjang proses belajar dan tumbuh kembang anak. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat memengaruhi performa akademis hingga interaksi sosial anak. Oleh karena itu, pemahaman orang tua mengenai pentingnya deteksi dini serta penggunaan kacamata pada anak menjadi hal yang sangat krusial.
Hal tersebut dibahas dalam seminar edukasi kesehatan bertajuk “Kaca Mata dan Tumbuh Kembang Penglihatan Anak” yang disiarkan melalui kanal resmi Halo Awal Bros.
Dalam sesi tersebut, narasumber menjelaskan bahwa sistem penglihatan anak masih terus berkembang hingga usia sekitar 8–9 tahun. Jika terdapat kelainan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), atau silinder (astigmatisme) yang tidak dikoreksi, hal ini dapat memicu kondisi mata malas (amblyopia).
“Penglihatan anak sangat menentukan bagaimana mereka menyerap informasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Jika anak mengalami gangguan refraksi dan tidak dibantu dengan kacamata yang tepat, perkembangan fungsi penglihatannya bisa terhambat secara permanen,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa orang tua perlu peka terhadap tanda-tanda awal ketika anak mengalami gangguan penglihatan. Beberapa gejala umum yang sering ditemui antara lain anak sering memicingkan mata saat melihat jauh, duduk terlalu dekat saat menonton televisi, sering mengucek mata, atau mengeluh pusing setelah belajar.
Penggunaan kacamata pada anak bukanlah sekadar alat bantu baca, melainkan terapi untuk memastikan bayangan jatuh tepat di retina sehingga otak menerima rangsangan visual yang tajam.
“Banyak orang tua khawatir bahwa memakai kacamata sejak kecil akan membuat mata anak semakin rusak. Padahal sebaliknya, kacamata justru berfungsi sebagai alat terapi agar proses tumbuh kembang penglihatan anak berjalan optimal dan mencegah mata malas,” tegasnya.
Melalui edukasi ini, masyarakat mengimbau para orang tua untuk rutin memeriksakan kesehatan mata anak, terutama sebelum memasuki usia sekolah atau ketika menemukan gejala-gejala awal gangguan penglihatan.
