SMARTPEKANBARU.COM – Legislator di DPRD Pekanbaru memberikan perhatian serius terhadap kinerja 43 pejabat eselon di lingkungan Pemko Pekanbaru yang baru saja dilantik.
Pelantikan tersebut tidak hanya dipandang sebagai rotasi jabatan biasa, tetapi juga sebagai momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas birokrasi.
Para pejabat yang baru diangkat diharapkan mampu langsung beradaptasi dan menunjukkan performa kerja yang konkret, bukan sekadar menjalankan tugas secara formalitas.
Para wakil rakyat tersebut mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik tidak terjebak pada pola kerja seremonial semata atau sekadar menjalankan tugas untuk menyenangkan atasan, yang kerap disebut sebagai ABS (asal bapak senang).
Mereka menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan bukti nyata dari kinerja aparatur pemerintah, terutama dalam bentuk pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru, M Sabarudi ST, secara tegas menyampaikan harapannya agar pejabat yang baru dilantik tidak hanya tampil percaya diri secara simbolik, tetapi juga mampu membuktikan kapasitasnya melalui kerja nyata di lapangan.
Ia menilai bahwa jabatan yang diemban harus diiringi dengan tanggung jawab yang besar terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita minta speednya harus lebih baik dari yang lama. Terutama untuk pelayanan masyarakat,” pinta Sabarudi, Kamis (2/4/2026) kepada Tribunpekanbaru.com.
Sebagai politisi senior dari PKS, Sabarudi juga menekankan bahwa jabatan yang diberikan kepada ASN Pemko Pekanbaru merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat tidak boleh disia-siakan, dan harus dijaga melalui kinerja yang profesional dan berorientasi pada hasil.
“Intinya kami titipkan, pejabat-pejabat yang dilantik kemarin, jangan sampai mengecewakan kepercayaan masyarakat,” harap Sabarudi lagi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para pejabat tidak terjebak dalam pola kerja yang stagnan atau cenderung malas, karena hal tersebut dapat berdampak langsung pada menurunnya kualitas pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa kekecewaan masyarakat seringkali muncul akibat lambannya respons pemerintah dalam menangani berbagai persoalan yang ada.
Oleh karena itu, para pejabat diminta untuk mampu menghadirkan inovasi serta terobosan baru dalam meningkatkan kinerja organisasi, termasuk dalam mengelola dan mengoptimalkan peran para staf di bawahnya.
Dengan kepemimpinan yang adaptif dan progresif, diharapkan setiap unit kerja dapat berkontribusi maksimal dalam mencapai target pembangunan daerah.
Dengan demikian, seluruh program yang telah dirancang oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Agung-Markarius, dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
Implementasi program tersebut diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap percepatan pembangunan di Kota Pekanbaru serta mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sumber: TribunPekanbaru.com
