SMARTPEKANBARU.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru merilis data terbaru terkait kejadian kebakaran rumah dan bangunan hingga April 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa dalam kurun waktu empat bulan pertama tahun ini, insiden kebakaran masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah serta masyarakat luas.
Tercatat sedikitnya 70 kasus kebakaran rumah dan gedung telah terjadi di berbagai wilayah Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil evaluasi DPKP, penyebab utama kebakaran tersebut didominasi oleh korsleting listrik serta insiden kompor gas yang meledak. Kondisi ini menandakan bahwa faktor teknis dan kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga masih menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran.
Menanggapi situasi tersebut, Anggota DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri, mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun gedung. Ia menilai bahwa sebagian besar kasus kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia, yang diperparah oleh kondisi cuaca panas sehingga api lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
“Hanya dalam empat bulan 70 kasus. Ini luar biasa. Makanya kita imbau kesadaran masyarakat, jangan menganggap ini sepele. Pastikan instalasi aman dan layak pakai. Demikian juga penggunaan kompor gas,” harap Syamsul Bahri kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (28/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, khususnya pada bangunan lama yang memiliki sistem kelistrikan yang sudah usang atau berpotensi mengalami kerusakan. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak menumpuk penggunaan colokan listrik dalam satu sumber daya serta memastikan setiap perangkat elektronik yang digunakan telah memenuhi standar keamanan yang berlaku.
“Kami minta ini jadi perhatian khusus masyarakat. Jangan anggap enteng, apalagi untuk di pemukiman padat,” sarannya lagi. Lebih lanjut, Syamsul Bahri turut menyarankan kepada para pemilik gedung agar menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi awal apabila terjadi kebakaran.
Keberadaan APAR dinilai sangat penting untuk menanggulangi api pada tahap awal sebelum api membesar dan sulit dikendalikan oleh petugas pemadam. “Ini juga perlu sosialisasi dari OPD Pemko ke masyarakat. Sehingga masyarakat paham tentang pencegahan dan penanganan kebakaran,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga menjelang akhir April 2026, pihaknya telah menangani sebanyak 70 peristiwa kebakaran. Angka ini menunjukkan bahwa risiko kebakaran masih cukup tinggi dan memerlukan perhatian serta kewaspadaan bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Sebagian besar kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik, serta insiden ledakan kompor gas milik warga,” paparnya kemarin. DPKP tidak hanya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada, tetapi juga mendorong partisipasi aktif warga dalam upaya pencegahan kebakaran sejak dini.
Edukasi mengenai penggunaan listrik yang aman, pengelolaan kompor gas yang tepat, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat menjadi langkah penting guna meminimalkan risiko dan dampak kebakaran di masa mendatang.
Sumber: TribunPekanbaru.com
