SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan serius bagi para orang tua untuk tidak meremehkan penyakit campak. Campak bukan sekadar infeksi demam dan ruam biasa, melainkan penyakit menular berbahaya yang berpotensi menyebabkan komplikasi berat seperti radang otak dan radang paru-paru (pneumonia) hingga berujung pada kematian. Hal ini ditegaskan dalam webinar nasional bertajuk “Waspada Campak, Cek Faktanya” yang diselenggarakan oleh Kemenkes RI, Rabu (15/4/2026).
Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Hartono Gunardi, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sudah dikenal sejak 2.500 tahun lalu, namun tetap menjadi ancaman nyata jika cakupan imunisasi menurun. Gejala klinis yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya bercak koplik atau bintik putih keabu-abuan di area pipi bagian dalam sebelum ruam merah menyebar ke seluruh tubuh.
Sebagai langkah pencegahan paling efektif, IDAI merekomendasikan pemberian vaksin MR (Measles and Rubella) dalam tiga dosis sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Pemberian dosis tersebut dilakukan pada anak usia 9 bulan, kemudian dosis lanjutan pada usia 18 bulan, serta dosis penguat saat anak memasuki usia 7 tahun atau kelas 1 SD. Vaksinasi ini dinilai sangat aman dan telah terbukti menyelamatkan ribuan nyawa dari ancaman difteri dan campak selama puluhan tahun.
Merespons tingginya angka risiko penularan, Prof. Hartono juga mendorong orang tua untuk segera melakukan “imunisasi kejar” bagi anak-anak yang jadwal vaksinasinya sempat tertunda atau belum lengkap. Keberhasilan imunisasi kelompok (herd immunity) hanya dapat tercapai jika partisipasi aktif masyarakat meningkat, sehingga rantai penularan virus yang menyerang sistem pernapasan ini dapat diputus secara total di lingkungan tempat tinggal.
Peringatan ini juga dirangkaikan dengan persiapan menyambut Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati pada minggu keempat April (24–30 April). Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi para pengasuh dan orang tua untuk lebih proaktif memeriksa buku kesehatan anak. Penegasan status imunisasi rutin lengkap menjadi kunci utama dalam memastikan anak-anak Riau tumbuh sehat, kuat, dan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya yang sebenarnya sangat mungkin dicegah.
Melalui edukasi ini, Kemenkes dan IDAI berharap tidak ada lagi keraguan di tengah masyarakat mengenai keamanan vaksin. Dengan sinergi antara tenaga medis dan kewaspadaan orang tua, target menurunkan angka kesakitan akibat campak dan rubella di Indonesia dapat tercapai secara optimal. Perlindungan dini melalui imunisasi adalah investasi terbaik untuk menjamin masa depan generasi emas yang bebas dari ancaman penyakit menular.
Sumber : Media Center Riau
