SMARTPEKANBARU.COM – Apple kembali menjadi sorotan di dunia teknologi setelah iPhone 17 Pro dinobatkan sebagai smartphone dengan kemampuan pengisian daya tercepat versi CNET pada 2026. Penghargaan tersebut diberikan setelah media teknologi ternama itu melakukan serangkaian pengujian terhadap 33 smartphone flagship dari berbagai merek besar, seperti Apple, Samsung, Google, Motorola, hingga OnePlus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa iPhone 17 Pro unggul dalam kombinasi pengisian daya kabel maupun nirkabel, sehingga berhasil meraih skor tertinggi secara keseluruhan.
Pengujian yang dilakukan CNET dipublikasikan pada 14 Mei 2026. Dalam tes tersebut, seluruh perangkat diuji menggunakan metode yang sama agar hasilnya lebih objektif. Setiap smartphone berada dalam kondisi baterai di bawah 10 persen sebelum pengisian daya dimulai. Setelah itu, perangkat diuji menggunakan dua metode berbeda, yakni pengisian daya kabel selama 30 menit dan pengisian daya nirkabel selama 30 menit.
Hasilnya, iPhone 17 Pro menunjukkan performa yang sangat impresif. Dalam pengujian wired charging atau pengisian daya menggunakan kabel, ponsel flagship terbaru Apple itu mampu mengisi baterai hingga 74 persen hanya dalam waktu 30 menit. Sementara itu, pada pengujian wireless charging, iPhone 17 Pro berhasil menambah daya baterai hingga 55 persen dalam durasi yang sama. Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan seluruh smartphone yang diuji.
Keunggulan iPhone 17 Pro tidak lepas dari dukungan teknologi pengisian daya terbaru yang dibenamkan Apple pada perangkat tersebut. Smartphone ini diketahui mendukung wired charging hingga 40W dan wireless charging Qi2.2 sebesar 25W. Selain itu, teknologi MagSafe yang menjadi ciri khas Apple juga turut membantu proses pengisian daya menjadi lebih optimal. Dukungan magnet pada MagSafe memungkinkan posisi charger tetap presisi, sehingga efisiensi pengisian daya menjadi lebih stabil dan cepat.
CNET menyebut ada beberapa faktor yang membuat iPhone 17 Pro mampu unggul dalam pengujian ini. Salah satunya adalah kapasitas baterai yang lebih kecil dibandingkan kebanyakan smartphone Android premium saat ini. iPhone 17 Pro dibekali baterai berkapasitas 4.252 mAh, sedangkan sebagian besar pesaing Android di kelas flagship telah menggunakan baterai 5.000 mAh atau bahkan lebih besar.
Dengan kapasitas baterai yang lebih kecil, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya tentu menjadi lebih singkat. Namun demikian, bukan berarti performa baterai iPhone menjadi lebih buruk. Apple dinilai mampu memaksimalkan efisiensi perangkat melalui optimalisasi software dan chipset yang mereka kembangkan sendiri. Kombinasi antara perangkat keras dan perangkat lunak yang terintegrasi membuat konsumsi daya iPhone tetap efisien meskipun kapasitas baterainya tidak sebesar pesaingnya.
Selain iPhone 17 Pro, Samsung Galaxy S26 Ultra juga tampil mengesankan dalam pengujian tersebut. Smartphone flagship terbaru Samsung itu dinobatkan sebagai perangkat Android dengan kemampuan charging tercepat. Galaxy S26 Ultra mendukung wired charging hingga 60W dan wireless charging Qi2.2 sebesar 25W. Kecepatan pengisian daya tersebut membuat perangkat Samsung itu menjadi salah satu pesaing terkuat iPhone 17 Pro di kategori flagship premium.
Meski demikian, secara keseluruhan Galaxy S26 Ultra masih berada di bawah iPhone 17 Pro dalam hasil akhir pengujian CNET. Salah satu penyebabnya adalah kapasitas baterai Galaxy S26 Ultra yang lebih besar, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai persentase pengisian yang tinggi. Namun, Samsung tetap mendapat apresiasi karena mampu menghadirkan teknologi pengisian daya cepat yang semakin kompetitif di pasar smartphone premium.
Persaingan antara Apple dan Samsung dalam hal teknologi baterai dan charging memang semakin menarik dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya Apple sering mendapat kritik karena dianggap tertinggal dalam urusan fast charging dibandingkan brand Android, kini perusahaan asal Cupertino tersebut mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Kehadiran teknologi Qi2.2 dan peningkatan daya charging pada iPhone 17 Pro menjadi bukti bahwa Apple mulai serius mengembangkan sektor pengisian daya cepat.
Di sisi lain, perkembangan teknologi charging saat ini juga menunjukkan bahwa produsen smartphone tidak hanya berlomba menghadirkan daya charging besar, tetapi juga fokus pada efisiensi dan keamanan baterai. Pengisian daya yang terlalu cepat tanpa pengelolaan suhu yang baik dapat memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan teknologi kini mulai mengembangkan sistem manajemen daya yang lebih cerdas agar proses charging tetap aman dan stabil.
Hasil pengujian CNET ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengalaman pengguna tidak hanya ditentukan oleh kapasitas baterai semata, melainkan juga oleh efisiensi sistem dan teknologi pengisian daya yang digunakan. Dengan kombinasi hardware, software, dan teknologi charging terbaru, iPhone 17 Pro berhasil membuktikan diri sebagai salah satu smartphone paling unggul dalam urusan pengisian daya pada 2026.
Keberhasilan ini juga semakin memperkuat posisi Apple di pasar smartphone premium global. Tidak hanya menawarkan performa tinggi dan ekosistem yang solid, Apple kini mulai mendapat pengakuan dalam aspek charging yang sebelumnya sering menjadi kelemahan mereka dibandingkan kompetitor Android. Dengan perkembangan tersebut, persaingan teknologi smartphone diprediksi akan semakin ketat pada tahun-tahun mendatang.
Sumber: Tribun Technology
