SMARTPEKANBARU.COM – Perkembangan teknologi baterai smartphone terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berbagai produsen kini berlomba menghadirkan fitur pengisian daya super cepat, wireless charging yang lebih stabil, hingga kapasitas baterai yang semakin besar. Namun, di tengah kemajuan tersebut, banyak pengguna masih mengeluhkan daya tahan baterai ponsel yang terasa boros dan cepat habis. Kondisi ini bahkan menjadi salah satu masalah paling sering dikeluhkan oleh pengguna smartphone saat ini.
Berdasarkan laporan CNET yang dipublikasikan pada 14 Mei 2026, persoalan baterai masih menjadi perhatian utama konsumen. Dalam survei yang dilakukan kepada para pengguna smartphone, sebanyak 58 persen responden mengaku frustrasi dengan ketahanan baterai perangkat mereka. Sementara itu, 31 persen lainnya mengatakan bahwa kemampuan baterai menyimpan daya sudah menurun dibandingkan saat pertama kali digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan teknologi charging belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pengguna terhadap baterai yang tahan lama.
Meski demikian, perkembangan teknologi pengisian daya memang mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. CNET melakukan pengujian terhadap 33 smartphone dari berbagai merek besar seperti Apple, Samsung, Google, Motorola, hingga OnePlus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kecepatan charging modern kini jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Beberapa smartphone flagship terbaru bahkan sudah mendukung teknologi fast charging dengan daya tinggi. iPhone 17 Pro, misalnya, mendukung wired charging hingga 40W. Sementara itu, Galaxy S26 Ultra hadir dengan kemampuan charging kabel mencapai 60W. OnePlus 15 bahkan mampu mendukung pengisian daya hingga 80W, menjadikannya salah satu ponsel dengan charging tercepat saat ini.
Tidak hanya pengisian daya melalui kabel, teknologi wireless charging juga berkembang signifikan. Kehadiran standar Qi2 dan Qi2.2 memungkinkan pengisian daya nirkabel mencapai 25W. Teknologi tersebut juga membuat posisi charging menjadi lebih stabil berkat dukungan sistem magnetik serupa MagSafe. Dengan begitu, proses pengisian daya menjadi lebih cepat dan efisien dibanding generasi wireless charging sebelumnya.
Namun, cepatnya proses charging ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan daya tahan baterai. CNET menjelaskan bahwa kapasitas baterai bukan satu-satunya faktor yang menentukan seberapa awet sebuah smartphone digunakan. Ada sejumlah faktor lain yang sangat memengaruhi konsumsi daya perangkat.
Beberapa di antaranya adalah efisiensi chipset, optimalisasi software, ukuran layar, refresh rate tinggi, hingga aktivitas aplikasi yang berjalan di latar belakang. Smartphone dengan spesifikasi tinggi cenderung membutuhkan daya lebih besar, terutama ketika digunakan untuk bermain game, multitasking, atau menjalankan aplikasi berat dalam waktu lama.
Karena itu, ponsel dengan kapasitas baterai besar belum tentu memiliki ketahanan terbaik. Sebagai contoh, iPhone 17 Pro hanya dibekali baterai berkapasitas 4.252 mAh, lebih kecil dibanding banyak flagship Android yang sudah menggunakan baterai 5.000 mAh. Meski begitu, perangkat tersebut tetap mampu menawarkan performa charging yang sangat cepat dan efisien berkat optimalisasi hardware serta software yang baik.
Sumber: Tribun Technology
