SMARTPEKANBARU.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah di Riau, seperti Pekanbaru, Pelalawan, Kampar, dan sekitarnya, memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam dua hari terakhir.
Sulitnya memperoleh BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga terpaksa mengantre lebih lama, bahkan harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mendapatkan bahan bakar.
Salah seorang warga Pekanbaru, Andi, mengaku kesulitan mencari Pertalite di tengah tingginya antrean di hampir seluruh SPBU.
“Sekarang cari Pertalite susah sekali. Hampir semua SPBU penuh antrean, jadi bingung mau isi di mana,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan warga lainnya, Budi. Menurutnya, kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Pekanbaru, tetapi juga meluas ke daerah sekitar.
“Di beberapa daerah stoknya kosong, jadi banyak yang terpaksa keluar kota untuk cari BBM. Solar juga sulit, antreannya panjang di mana-mana,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan di sejumlah titik, yang menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama.
Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, memastikan pasokan BBM di wilayah Riau dalam kondisi aman.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan ketersediaan BBM di wilayah Riau dalam kondisi aman dan mencukupi, meskipun terjadi peningkatan kebutuhan di sejumlah titik SPBU,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan konsumsi BBM dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang pada 1 hingga 3 Mei 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah meningkatkan penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite hingga 20 persen dari rata-rata penyaluran normal.
Selain itu, Pertamina terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan lembaga penyalur untuk memastikan distribusi berjalan lancar di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berlangsung merata.
Sumber: Media Center Riau
