SMARTPEKANBARU.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Haryanto, menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya realisasi pendapatan retribusi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Riau setelah Ketua Panitia Khusus Optimalisasi Pendapatan Daerah, Abdullah, menyoroti rendahnya capaian retribusi daerah.
Dari target sekitar Rp12 miliar, realisasi yang tercapai baru sekitar 25 persen. Abdullah menilai capaian tersebut masih tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lain dan meminta organisasi perangkat daerah yang memiliki objek retribusi untuk meningkatkan tata kelola serta upaya optimalisasi pendapatan.
Menanggapi hal itu, SF Haryanto mengakui bahwa realisasi retribusi memang masih rendah. Ia menilai salah satu penyebabnya adalah dampak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah.
Menurutnya, keberadaan program tersebut sempat mengurangi aktivitas sejumlah kantin sekolah sehingga berdampak pada penerimaan retribusi yang berkaitan dengan sektor tersebut.
Ia menyebut kondisi mulai berubah setelah kantin sekolah kembali diaktifkan.Program Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Program ini menyediakan makanan bergizi secara gratis dengan standar gizi yang telah ditetapkan untuk mendukung kesehatan dan mencegah stunting.
Pemerintah Provinsi Riau berupaya mencari langkah-langkah untuk meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memastikan program sosial dan pelayanan publik tetap berjalan secara optimal.
Sumber: Tribun Pekanbaru
