SMARTPEKANBARU.COM – Indonesia dipastikan tanpa satu pun wakil di putaran final Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 setelah pesenam putri finis di luar peringkat 24 besar pada nomor all-around. Dua pesenam putri Indonesia, Salsabilla Hadi Pamungkas dan Alarice Mallica Prakoso, tampil di hari ketiga 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship 2025 atau Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 (Jakarta Gymnastics 2025) yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (21/10/2025). Keduanya bertanding di nomor all-around alias semua alat, yang terdiri dari empat alat meliputi senam lantai (floor exercise), meja lompat (vault), palang bertingkat (uneven bars), dan balok keseimbangan (balance beam).
Hingga berita ini diturunkan, Salsabilla masih menempati peringkat 49 dengan koleksi 44,432 poin.
Rinciannya, 12,933 poin di nomor meja lompat, 9,800 poin di nomor palang bertingkat, 10,266 poin dari nomor balok keseimbangan, dan 11,433 poin di senam lantai. Sementara, Alarice menyelesaikan pertandingan di urutan 50 usai mengumpulkan 44,266 poin.
Masing-masing 11,900 poin di meja lompat, 10,600 poin dari palang bertingkat, 10,000 poin di balok keseimbangan, dan 11,766 poin di senam lantai.
Dapat Pengalaman Berharga Kendati gagal menembus putaran final, Alarice mengaku tetap senang dan terhormat bisa tampil mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025. Ini menjadi pengalaman berharga baginya bisa bersaing dengan para pesenam papan atas dunia. “Saya sangat senang dan terhormat bisa tampil di kompetisi ini. Saya bangga kepada diri saya sendiri dan juga lega seluruh kerja keras saya terbayarkan,” kata Alarice dalam sesi konferensi pers selepas pertandingan, Selasa (21/10/2025).
Di sisi lain, Salsabilla merasakan perasaan campur aduk lantaran bisa tampil dalam ajang dunia yang digelar di rumah sendiri. Baginya, ini kesempatan yang langka meski gagal menembus putaran final. “Ini kesempatan yang luar biasa yang saya dapatkan apalagi jadi tuan rumah rasanya beda karena banyak suporter di Indonesia, dilihat sama teman dan keluarga rasanya campur aduk terus gugup juga,” kata Salsabilla.
“Penampilan hari ini cukup maksimal meski masih ada yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Modal Positif Pada kesempatan yang sama, pelatih senam putri, Eva Butar Butar, merasa kedua anak-anak asuhnya telah memberikan penampilan terbaik di Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025.
Dia berharap pengalaman di event ini bisa menjadi bekal positif menuju kejuaraan berikutnya.
“Ini debut pertama Salsabilla dan Alarice di Kejuaraan Dunia, sangat baik mereka bisa mengatasi rasa gugupnya. Mereka sudah melakukan yang terbaik dan yang penting itu safety,” ujar Eva. “Ini jadi bekal mereka untuk ke depan menghadapi (kejuaraan) tingkat dunia. Kami mempersiapkan mereka tak hanya untuk internasional tapi juga Olimpiade,” tegas dia. Gagal Tampil karena Cedera Indonesia seharusnya berkekuatan tiga pesenam putri. Namun, satu wakil lainnya, Larasati Rengganis, gagal tampil akibat mengalami cedera.
“Awalnya persiapan sudah sangat baik. Laras ketika mencoba alat di venue latihan di alat palang bertingkat ada sedikit miss dari palang atas, miss menangkap sehingga terbentur jarinya,” kata Manajer tim, Indra Siburian.
“Kemarin podium training masih bisa melakukan tiga alat. Setelah dua hari, pembengkakan terjadi.” “Tangannya jadi sulit digerakkan sehingga tim medis memutuskan Laras terpaksa dihentikan karena yang utama adalah keselamatan atletnya.”
“Kami harapkan ke depan Laras bisa lebih baik lagi dan tampil lebih maksimal,” jelasnya.
Sehari sebelumnya, empat pesenam putra juga gagal meraih tiket untuk tampil di putaran final. Sehingga, dipastikan perjuangan seluruh tim Indonesia terhenti di babak kualifikasi.
sumber ; kompas.com
