SMARTPEKANBARU – Pihak Balai Besar Konser dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyebut, lokasi petani yang diserang harimau di Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), masuk dalam Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).
“Lokasi kejadian merupakan Zona Tradisional Kawasan TNBT,” kata Kepala BBKSDA Riau, Supartono, Rabu (22/10/2025).
Zona Tradisional di Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) adalah area seluas 4.870,49 hektare atau sekitar 3,38 persen dari total luas taman nasional.
Zona ini diperuntukkan bagi masyarakat adat yang telah lama tinggal dan bergantung pada kawasan hutan untuk kehidupan sehari-hari.
Korban dalam peristiwa ini, yakni seorang pencari damar, pria bernama Butet (28), warga dusun setempat.
Peristiwa yang menimpa pria yang berprofesi sebagai petani ini, terjadi pada Senin (20/10/2025), sekitar pukul 09.00 WIB.
Butet secara tiba-tiba diserang oleh dua ekor harimau yang diduga induk dan anak ketika sedang memanen damar.
Korban diserang di pergelangan kaki kiri oleh harimau dewasa dan lutut kanan oleh anak harimau.
Butet berhasil selamat setelah memukul muka anak harimau, yang membuat induknya melepaskan terkaman, sebuah keberuntungan yang menyelamatkan nyawa Butet.
Atas kejadian ini, tim BBKSDA Riau segera bergerak cepat berkoordinasi dengan Balai TNBT selaku pemangku kawasan.
Tim BBKSDA Riau dan TNBT kini telah mengunjungi korban dan keluarganya.
“Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam beraktivitas di sekitar kawasan maupun dalam kawasan yang merupakan habitat harimau sumatera,” pungkas Supartono.
Akibat serangan harimau ini, korban mengalami luka serius dan telah dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat untuk penanganan yang lebih intensif.
Sumber : Tribun Pekanbaru
