SMARTPEKANBARU.COM – Orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, obesitas, atau gangguan ginjal, lebih beresiko mengalami demam berdarah dengue (DBD) berat jika terinfeksi dengue.
“Pasien DBD anak memang jumlahnya lebih tinggi, tapi orang dewasa yang punya komorbid menyebabkan penyakitnya akan semakin berat, dan menyebabkan kegawatan,” kata Prof.dr.Samsuridjal Djauzi Sp.PD, KAI, dalam acara diskusi tentang demam dengue di Jakarta (2/11/2025).
Ia mengatakan, pasien dengan hipertensi dapat mengalami kondisi 2-3 kali lebih berat, sedangkan pasien obesitas bisa 2 kali lebih berat, dan diabetes bisa sampai 5 kali lebih berat.
“Bahkan pada pasien gangguan ginjal kronis, tingkat keparahannya dapat mencapai tujuh kali lipat,” kata Prof.Samsuridjal, yang juga menjadi penasihat satuan tugas imunisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia ini.
Secara umum penyakit dengue juga dapat menurunkan produktivitas karena rata-rata pasien harus dirawat sampai seminggu di rumah sakit, ditambah dengan pemulihan di rumah.
Beban ekonomi yang ditanggung pasien juga tidak ringan, untuk perawatan di rumah sakit selama 5-7 hari biayanya bisa mencapai Rp 5-20 juta.
Sementara itu, anak-anak masih menjadi kelompok paling rentan terhadap infeksi dengue. Data tahun 2024 menunjukkan, sekitar 43 persen kasus dengue terjadi pada golongan usia kurang dari 14 persen, dengan proporsi kematian terbesar di kelompok ini.
“Anak yang obesitas juga memiliki tingkat keparahan lebih tinggi kalau sakit dengue,” kata Prof.Hartono Gunardi Sp.A, di acara yang sama.
Ia mengingatkan, DBD memiliki tiga fase penting dalam perjalanannya. Pertama yakni fase demam, di mana biasanya terjadi pada 1-3 hari pertama. Lalu fase kedua adalah fase kritis pada hari ke- 4 dan 5. Lalu fase ketiga pada hari ke-6-7 adalah fase penyembuhan.
Orangtua perlu waspada, apabila demam turun pada hari 4-5 bukan berarti sembuh tapi perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya syok.
“Orang tua perlu berhati-hati dan waspada terhadap adanya syok dalam fase kritis. Bila anak tampak lemas, pucat, kaki tangan dingin, nyeri perut hebat perlu segera berobat ke fasyankes terdekat,” katanya.
Penyakit DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus. Oleh karena itu pencegahannya bisa dilakukan dengan mengendalikan vektor, yaitu menjaga agar tidak ada nyamuk yang bersarang di sekitar rumah dengan rutin melakukan gerakan 3M Plus Adapun gerakan 3M Plus terdiri dari menguras tempat penampungan air, menutup rapat agar tidak ada nyamuk bertelur, serta memanfaatkan barang bekas, ditambahkan “plus” yaitu mencegah gigitan nyamuk).
Pencegahan demam dengue lain yang efektif adalah melakukan vaksinasi dengue yang saat ini sudah tersedia di Indonesia.
Sumber: Kompas.com
