SMARTPEKANBARU – Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dinilai masih memiliki ruang penguatan, seiring dengan pemulihan kinerja operasional dan meningkatnya permintaan produk ritel premium. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan, kinerja MAPI mendapat dorongan dari peluncuran iPhone 17 series pada pertengahan Oktober 2025. Menurutnya, permintaan awal melalui kanal Digimap meningkat signifikan dan diperkirakan berlanjut hingga periode perayaan akhir tahun. “Peluncuran iPhone 17 series pada pertengahan Oktober 2025 mendapat permintaan awal yang sangat kuat, menjaga momentum Digimap menjelang periode perayaan di 4Q25 yang berpotensi meningkatkan SSSG MAPI,” ujar Herditya kepada Kompas.com, Kamis (27/11/2025).
Secara fundamental, MAPI membukukan kinerja solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Pendapatan tercatat tumbuh 8,8 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 30 triliun dari Rp 27,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut sejalan dengan estimasi internal dan konsensus analis, masing-masing sebesar 73,4 persen dan 72,8 persen dari target tahun penuh. Laba bersih emiten mencapai Rp 1,37 triliun atau naik 5,8 persen YoY. Namun, capaian ini sedikit berada di bawah estimasi yang berkisar 70 persen dari proyeksi internal dan 69,2 persen dari konsensus, terutama akibat kenaikan biaya gerai, serta tekanan dari kinerja anak usaha, MAP Boga Adiperkasa (MAPB). “Laba bersih mencapai Rp 1,37 triliun, sedikit di bawah estimasi kami/konsensus untuk FY25 yang berada di level 70,0 persen dan 69,2 persen. Hal ini disebabkan meningkatnya biaya terkait gerai serta tekanan berkelanjutan dari kinerja MAPB,” paparnya. Lebih jauh, perbaikan operasional mulai terlihat pada kuartal III-2025. Same-store sales growth (SSSG), indikator pertumbuhan penjualan toko, MAPI membaik menjadi minus 0,1 persen dari minus 3,5 persen pada kuartal sebelumnya. Pemulihan ini didorong oleh MAPB yang kembali mencatat SSSG positif sebesar 1,8 persen, terutama berkat kontribusi penjualan di Starbucks. Melihat prospek pemulihan tersebut, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (BUY) untuk saham MAPI dengan target harga Rp 1.620 per saham.
“Kami mempertahankan rekomendasi BELI (BUY) untuk MAPI dengan target harga tetap Rp 1.620 per saham, yang mencerminkan valuasi PE FY26F sebesar 11,8 kali dan PBV 1,5 kali,” beber Herditya.
Sebelumnya, VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group, Ratih D. Gianda, menyebut di tengah kondisi ekonomi makro yang masih tidak menentu, perusahaan berusaha menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Setiap langkah atau inisiatif yang dilakukan dipastikan memberi kontribusi terhadap MAPI menjadi perusahaan yang lebih kuat dan tahan terhadap perubahan. Dengan menerapkan strategi secara disiplin serta mendapat dukungan dari pelanggan dan mitra, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Fokus ini juga diarahkan untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi musim belanja di akhir tahun, sekaligus memperkuat fondasi agar bisnis dapat tumbuh dalam jangka panjang. “Dengan pelaksanaan strategi yang disiplin dan kepercayaan dari pelanggan dan mitra, kami tetap berkomitmen untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini bertujuan untuk mempersiapkan perusahaan dalam menghadapi musim akhir tahun serta membangun fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang,” katanya.
Sumber : Kompas.com
