SMARTPEKANBARU.COM- Menjalankan ibadah puasa bukan sekadar ujian menahan lapar dan dahaga, melainkan juga momentum penting untuk meregulasi kesehatan tubuh, khususnya organ ginjal. Pakar kesehatan mengingatkan bahwa pengelolaan asupan cairan dan kontrol konsumsi gula menjadi variabel krusial agar fungsi filtrasi ginjal tetap berjalan optimal selama bulan suci Ramadan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH, menegaskan bahwa kunci utama ginjal sehat terletak pada kebiasaan sederhana yang dilakukan saat sahur dan berbuka. Dalam sebuah diskusi edukasi media bersama PAPDI di Jakarta (27/2), ia menyoroti bahwa akumulasi gula yang berlebihan dalam jangka panjang merupakan ancaman tersembunyi yang dapat memicu diabetes hingga kerusakan ginjal kronis.
Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), batas aman konsumsi gula harian adalah 50 gram atau setara dengan lima sendok makan. dr. Dina mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam euforia berbuka puasa dengan hidangan manis yang berlebihan. Meskipun konsumsi 2-3 butir kurma tergolong aman, tambahan sirup, kue-kue manis, serta camilan tinggi tepung dapat dengan mudah melampaui ambang batas harian tanpa disadari.
Selain faktor gula, kecukupan hidrasi menjadi pilar kesehatan ginjal yang tidak boleh ditawar. Masyarakat diimbau untuk memenuhi kebutuhan air putih saat sahur dan setelah berbuka guna mencegah dehidrasi. Satu poin penting yang sering terabaikan adalah pemilihan jenis minuman saat sahur; dr. Dina menyarankan untuk menghindari kopi dan teh karena kandungan kafeinnya bersifat diuretik yang memicu peningkatan frekuensi buang air kecil.
Efek diuresis tersebut berisiko membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat, sehingga potensi dehidrasi meningkat selama berpuasa seharian. Jika tetap ingin menikmati kopi atau teh, dr. Dina menyarankan agar dikonsumsi saat waktu berbuka dalam porsi yang wajar. Selain itu, terkait konsumsi buah, ia lebih menganjurkan mengonsumsi buah utuh secara langsung daripada jus yang disaring, karena serat pada buah berperan penting dalam memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.
Menutup edukasinya, dr. Dina menekankan bahwa menjaga kesehatan ginjal saat Ramadan sebenarnya cukup sederhana: prioritaskan air putih, batasi asupan gula, hindari kafein saat sahur, dan pilih makanan alami seperti sayuran atau pisang untuk energi jangka panjang. Dengan menghindari pola makan “balas dendam” saat berbuka, fungsi ginjal akan tetap terjaga dan tubuh pun akan terasa lebih bugar dalam menjalankan ibadah hingga akhir bulan.
Sumber : Tribun
