SMARTPEKANBARU.COM – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengecam keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Menurut Idrus, peristiwa tersebut berpotensi menyeret dunia ke konflik yang lebih luas. Ia menilai tindakan militer itu tidak hanya menghilangkan nyawa seorang pemimpin negara, tetapi juga menciptakan ancaman serius terhadap perdamaian global.
“Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia, bahkan secara khusus karena dilakukan di Bulan yang disucikan Umat Islam – Bulan Ramadlan – ia melakukan penistaan kemanusiaan ke Negara Islam, menerobos keasasian Wilayah dan Otoritas Negara lain, bahkan mencederai rasa keagamaan Umas Islam se dunia,” kata Idrus kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Ia menilai pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran melalui aksi militer terbuka berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah, bahkan bisa menyeret keterlibatan kekuatan global lainnya.
Serangan Dinilai Langgar Prinsip Kedaulatan
Idrus menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara.
“Apapun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer,” ucap Idrus.
Partai Golkar juga menyoroti waktu serangan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan serta dampaknya terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik.
“Ketika bom dijatuhkan, yang paling menderita adalah rakyat sipil. Anak-anak, perempuan, orang tua yang tidak tahu-menahu soal geopolitik menjadi korban. Ini tragedi kemanusiaan,” ucapnya.
Dorong Peran Indonesia di Forum Internasional
Idrus menyampaikan bahwa Golkar mendorong pemerintah Indonesia mengambil sikap yang lebih tegas di forum internasional guna menghentikan kekerasan dan mendorong gencatan senjata.
“Indonesia, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. Kita tidak boleh diam,” katanya.
Ia juga meminta agar jalur diplomasi diperkuat melalui berbagai organisasi internasional, seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna mencegah konflik semakin meluas.
“Jika konflik ini terus bereskalasi, dampaknya bukan hanya regional, tetapi global, termasuk pada stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional,” ujarnya.
Duka dan Kecaman Berbagai Pihak
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Ali Khamenei melalui Tausiyah Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum KH Anwar Iskandar dan Sekjen Buya Amirsyah Tambunan.
Dalam pernyataannya, MUI juga mengutuk serangan yang dilakukan Israel dan didukung Amerika Serikat sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan prinsip perdamaian dunia. Namun Idrus menegaskan bahwa kecaman saja tidak cukup jika hanya berhenti pada pernyataan moral.
“Kita harus mendorong dunia kembali pada kesadaran bahwa kekuatan sejati bukan pada rudal dan bom, melainkan pada kemampuan membangun perdamaian. Jika kekerasan terus dijadikan solusi, maka dunia sedang berjalan mundur,” ujar Idrus.
Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Dua ledakan dilaporkan terdengar di kawasan Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu pagi waktu setempat.
Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam rangkaian serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Selain itu, putri Khamenei, menantunya, serta cucunya juga dilaporkan turut tewas dalam serangan tersebut.
Sumber: Tribunnews.com
