SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan peringatan tegas bagi pemerintah daerah yang tidak mampu menyiapkan lahan, yakni kemungkinan penghentian bantuan program cetak sawah baru.
Kebijakan ini dianggap sebagai alarm serius bagi daerah-daerah yang ingin memperkuat ketahanan pangan nasional melalui perluasan lahan pertanian.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau menyatakan tetap berupaya menyediakan lahan untuk mendukung program cetak sawah baru di wilayahnya. Namun, hingga saat ini, ketersediaan lahan yang siap dikelola disebut baru mencapai sekitar 20 persen dari total potensi yang ada.
Menanggapi situasi ini, Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan pemerintah pusat secara maksimal.
Ia mengingatkan bahwa jangan sampai kesempatan yang telah disiapkan pusat hilang hanya karena daerah belum siap secara administratif maupun teknis.
“Ini peluang besar untuk meningkatkan produksi pangan di Riau. Jangan sampai kesempatan ini terlewatkan hanya karena kita tidak mampu menyiapkan lahan,” tegas Adam.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sangat diperlukan. Sinergi lintas daerah dinilai penting agar proses identifikasi dan penyediaan lahan bisa lebih cepat sesuai persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Adam menambahkan, masih banyak lahan potensial di Riau yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program cetak sawah baru, termasuk lahan-lahan yang sebelumnya disita pemerintah dari perusahaan dan belum digunakan secara optimal.
“Lahan yang sudah kembali ke negara seharusnya bisa diprioritaskan untuk ketahanan pangan. Ini momentum yang tepat untuk memaksimalkan potensi tersebut,” ujar Adam.
Ia berharap langkah-langkah konkret segera dilakukan, agar Riau tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh bantuan cetak sawah baru.
Dukungan dari pemerintah pusat, menurut Adam, harus diimbangi dengan kesiapan daerah agar upaya swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Bumi Lancang Kuning dapat tercapai secara efektif.
Sumber: TribunPekanbaru.com
