SMARTPEKANBARU.COM – Kondisi cuaca di Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir terpantau tidak stabil dan cenderung berubah-ubah secara signifikan. Pada waktu tertentu, hujan dapat turun secara tiba-tiba di sebagian wilayah, sementara di lokasi lain justru mengalami cuaca panas terik pada siang hari.
Perbedaan kondisi ini menunjukkan adanya ketidakmerataan pola cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari. Situasi tersebut semakin diperparah dengan munculnya sejumlah titik panas akibat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di wilayah Riau.
Keberadaan titik panas ini berpotensi memicu kabut asap, meskipun dalam skala tipis, yang dapat berdampak pada kualitas udara. Kombinasi antara cuaca tidak menentu dan potensi asap ini dinilai dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekaligus menghambat berbagai aktivitas di luar ruangan.
Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Pekanbaru, Roni Amriel SH MH, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan.
Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan yang dapat memperburuk situasi.
“Khusus di Kota Pekanbaru kami ingatkan, jangan ada yang bakar lahan. Karena selain berbahaya, juga pelakunya bisa ditindak pidana,” saran Roni Amriel kepada Tribunpekanbaru.com Kamis (26/3/2026).
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada jajaran pemerintah di tingkat bawah, mulai dari camat, lurah, hingga RT dan RW, untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Edukasi ini difokuskan pada larangan membakar lahan maupun sampah dalam jumlah besar, karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran dan memperparah kondisi lingkungan.
“Sosialisasi ini paling efektif. Dengan demikian, Kota Pekanbaru bisa bebas dari asap, meski masih ada asap tipis dari kabupaten tetangga karena karhutla,” sebutnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perubahan suhu yang terjadi secara drastis juga berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan. Beberapa penyakit yang kerap muncul dalam kondisi seperti ini antara lain flu, demam, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjaga asupan makanan dan istirahat yang cukup.
Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak, terutama pada masa libur Lebaran, di mana aktivitas di luar rumah cenderung meningkat.
Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko paparan cuaca ekstrem maupun kualitas udara yang kurang baik jika tidak diantisipasi dengan baik. “Jika memang tidak ada yang mendesak, lebih baik di rumah saja,” sarannya lagi.
Secara kelembagaan, DPRD Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat timbul akibat kondisi cuaca yang tidak menentu ini.
Kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan maupun keselamatan masyarakat secara umum.
Sumber: TribunPekanbaru.com
