SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – PSPS Pekanbaru kini berada di persimpangan jalan krusial dalam mengarungi Championship Liga 2 musim 2025/2026. Usai ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah PSMS Medan, skuat berjuluk Askar Bertuah ini masih tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara Grup A dengan koleksi 25 poin. Hasil ini membuat langkah tim kebanggaan masyarakat Riau untuk menembus zona empat besar semakin terjal, mengingat selisih poin yang cukup lebar dengan pemuncak klasemen seperti Adhyaksa dan Garudayaksa FC.
Statistik mencatat, dari 22 pertandingan yang telah dilalui, PSPS baru mampu mengemas lima kemenangan, sementara sepuluh laga lainnya berakhir imbang dan tujuh kali menelan kekalahan. Dengan sisa pertandingan yang semakin menipis, setiap laga ke depan bagi PSPS adalah partai final yang tidak boleh berakhir tanpa poin penuh. Tekanan kini berada di pundak para pemain untuk segera bangkit dari rentetan hasil imbang jika tidak ingin peluang lolos ke fase berikutnya sirna begitu saja di akhir musim.
Performa PSPS di bawah asuhan pelatih kawakan Aji Santoso sejauh ini memang belum menunjukkan hasil yang benar-benar memuaskan sejak ia mengambil alih kemudi pada Oktober 2025 lalu. Dari 17 laga di bawah arahannya, Aji baru mempersembahkan empat kemenangan. Tingginya angka hasil imbang yakni delapan kali menjadi indikator utama bahwa lini pertahanan dan penyelesaian akhir Askar Bertuah masih kesulitan menjaga konsistensi hingga peluit panjang dibunyikan.
Jadwal berat sudah menanti di depan mata. PSPS dijadwalkan akan melakoni laga tandang melawan Sriwijaya FC pada 3 April di Stadion Patriot Chandrabhaga, disusul laga kandang krusial menjamu Persikad 1999 pada 12 April mendatang. Dukungan suporter di Stadion Kaharuddin Nasution nanti diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk mengamankan tiga poin kandang sebelum menghadapi tim-tim papan atas lainnya seperti Sumsel United dan Bekasi City.
Menanggapi situasi ini, pelatih Aji Santoso menegaskan bahwa timnya telah menjalani persiapan matang untuk menghadapi sisa kompetisi. Ia berharap seluruh skema latihan yang telah diberikan dapat diaplikasikan dengan sempurna oleh para pemain di atas lapangan hijau. “Harapannya, persiapan yang sudah bagus ini bisa ditransfer ke dalam pertandingan. Para pemain harus tampil maksimal, bermain bagus, dan meraih kemenangan untuk mendapatkan poin penuh,” tegas Aji pada Selasa (31/3/2026).
Kini, nasib PSPS Pekanbaru berada di tangan mereka sendiri. Konsistensi permainan menjadi kunci utama agar tidak terperosok lebih jauh ke papan bawah, mengingat ancaman dari Persekat Tegal dan Sriwijaya FC yang siap menyalip. Masyarakat Riau kini menanti keajaiban dan kerja keras skuat Askar Bertuah untuk kembali menunjukkan taringnya sebagai raksasa Sumatra yang disegani di kancah sepak bola nasional tahun 2026 ini.
Sumber : Media Center Riau
