SMARTPEKANBARU.COM – Anggota Komisi IV DPRD Riau, Muhtarom, mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya seorang anggota Manggala Agni asal Kabupaten Siak, Muharmizan.
Kepergian almarhum terjadi setelah ia berjuang tanpa henti sepanjang hari dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bengkalis.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi kabar duka bagi keluarga dan rekan kerja, tetapi juga meninggalkan kesedihan mendalam bagi berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla di Provinsi Riau.
Muhtarom menilai bahwa wafatnya almarhum merupakan kehilangan besar, khususnya dalam konteks penanganan kebakaran hutan dan lahan yang selama ini menjadi tantangan serius di Riau.
Ia juga menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, kebakaran hutan tidak hanya menimbulkan kerusakan ekologis, tetapi juga berdampak langsung terhadap keselamatan jiwa manusia.
“Ini bagian dari yang selalu saya sampaikan, pentingnya menjaga lingkungan. Jangan sampai terjadi kebakaran, karena dampaknya tidak hanya kerusakan, tapi juga bisa mengancam nyawa,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Riau yang memiliki lingkup kerja di bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhtarom mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut.
Apalagi, ia memiliki kedekatan emosional dengan wilayah Siak, yang merupakan daerah asal almarhum. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, mengingat peran strategis dan vital yang diemban oleh petugas Manggala Agni dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, Muhtarom juga meminta kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memberikan perhatian khusus kepada keluarga almarhum. Ia menekankan bahwa bentuk kepedulian tersebut merupakan tanggung jawab moral atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan almarhum selama menjalankan tugasnya.
Menurutnya, almarhum telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemadaman karhutla, tidak hanya di wilayah Siak, tetapi juga turut membantu penanganan kebakaran di daerah lain seperti Bengkalis.
Di sisi lain, Muhtarom turut mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Meskipun dalam beberapa hari terakhir curah hujan mulai turun di sejumlah wilayah, ia menilai kondisi tersebut belum sepenuhnya aman.
Hal ini disebabkan masih adanya daerah yang belum tersentuh hujan, terutama kawasan lahan gambut yang dikenal sangat rentan terhadap kebakaran. Oleh karena itu, potensi karhutla masih tetap terbuka dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
“Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak bermain api, agar kita bisa mencegah terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Sebagai penutup, peristiwa ini diharapkan dapat menjadi refleksi bersama bagi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk semakin meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang, serta untuk melindungi keselamatan jiwa manusia dan kelestarian alam di Provinsi Riau.
Sumber: TribunPekanbaru.com
