SMARTPEKANBARU.COM , PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengakselerasi kesiapan kesehatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Langkah preventif ini difokuskan pada penguatan imunisasi wajib guna memastikan kelancaran ibadah di Tanah Suci. Berdasarkan data terbaru, total jemaah haji asal Provinsi Riau yang akan diberangkatkan tahun ini mencapai 4.680 orang, dengan konsentrasi jemaah terbesar berasal dari Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, S.Kep, MH, menegaskan bahwa rangkaian vaksinasi yang meliputi Meningitis, Polio, dan Covid-19 merupakan prasyarat mutlak yang harus dipenuhi seluruh calon jemaah. Proses vaksinasi ini telah dilakukan secara serentak di berbagai Kabupaten/Kota di Riau sejak awal Maret 2026. “Vaksinasi ini adalah ikhtiar kita bersama dalam melindungi jemaah dari risiko penyakit menular selama menjalankan rukun Islam kelima di Arab Saudi,” ujarnya pada Kamis (2/4/2026).
Khusus untuk wilayah Kota Pekanbaru, pelaksanaan vaksinasi bagi jemaah haji reguler dipusatkan di Puskesmas Simpang Tiga. Tercatat sebanyak 1.356 jemaah asal ibu kota provinsi ini telah dijadwalkan mengikuti prosesi penyuntikan yang berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 30 Maret hingga berakhir pada 2 April 2026. Kelancaran operasional di puskesmas menjadi kunci utama mengingat seluruh jemaah asal Pekanbaru dijadwalkan berangkat pada gelombang pertama.
Rincian keberangkatan jemaah asal Pekanbaru terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 3, 4, 9, 10, dan 18. Kepastian jadwal ini menuntut kesiapan fisik yang prima sejak dini. Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Zulkifli Syukur, MA, M.Si, saat meninjau lokasi, memberikan dukungan moril kepada para jemaah agar tetap menjaga pola makan dan istirahat menjelang hari keberangkatan.
“Kehadiran pemerintah di sini adalah untuk memastikan standar layanan kesehatan terpenuhi. Kami mengimbau para jemaah untuk mengikuti seluruh instruksi medis dari petugas Dinkes agar saat hari keberangkatan nanti tidak ada kendala kesehatan yang berarti,” ungkap Zulkifli Syukur mewakili Plt. Gubernur Riau. Sinergi antara Dinkes Provinsi dan Kota Pekanbaru diharapkan mampu menciptakan sistem pendampingan kesehatan yang solid bagi jemaah.
Dengan tuntasnya rangkaian vaksinasi di tingkat puskesmas, tahapan persiapan haji di Riau kini memasuki fase pemantapan dokumen kesehatan dan manasik lanjutan. Pemerintah berharap, dengan total 4.680 jemaah yang telah terproteksi vaksin, angka risiko kesehatan di Tanah Suci dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga seluruh jemaah Riau dapat beribadah dengan khusyuk dan kembali sebagai haji yang mabrur.
Sumber : Dinkes Riau
