SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Bengkulu guna membahas strategi pengendalian dampak terhadap potensi penerimaan daerah. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Riau, Selasa (7/4/2026), ini fokus pada langkah optimalisasi pemungutan pajak di sektor perkebunan kelapa sawit, Rabu (8/4/2026).
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan menggali pengalaman sukses Riau dalam mengelola sektor perkebunan. Ia menilai pendekatan Riau dalam menyeimbangkan antara peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perlindungan lingkungan sangat layak menjadi referensi bagi Bengkulu.
“Kami ingin mempelajari bagaimana Pemprov Riau mengelola potensi penerimaan daerah dari sektor perkebunan sawit sekaligus mengendalikan dampak yang ditimbulkan. Penting bagi kami agar kebijakan yang diambil tetap berkelanjutan dan sesuai karakteristik daerah kami,” ujar Mian.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menjelaskan bahwa pengendalian dampak terhadap potensi penerimaan daerah harus dilakukan secara terencana. Menurutnya, Pemprov Riau terus memperkuat kebijakan dan pengawasan ketat pada sektor-sektor potensial agar peningkatan PAD tidak mengabaikan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan.
“Pemprov Riau berkomitmen menjaga keseimbangan ini. Melalui kebijakan yang terukur dan pengawasan konsisten, kita pastikan potensi penerimaan daerah optimal tanpa merusak aspek keberlanjutan. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini,” jelas Syahrial Abdi.
Pertukaran pengalaman antar-daerah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pendapatan daerah di kedua provinsi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam yang melimpah.
Sumber: Media Center Riau
