SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, S.Kep, MH, secara resmi melantik Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (DPD Perwatusi) Provinsi Riau masa bakti 2025–2028, Sabtu (11/4/2026). Acara yang berlangsung di Ballroom Kartika RS Syafira, Pekanbaru ini, menjadi momentum strategis dalam memperkuat barisan penggerak edukasi kesehatan tulang bagi seluruh lapisan masyarakat di Bumi Lancang Kuning.
Dalam sambutannya, Kadinkes Riau menekankan pentingnya kehadiran organisasi seperti Perwatusi sebagai mitra pemerintah dalam urusan kesehatan preventif. Osteoporosis atau pengeroposan tulang sering dijuluki sebagai silent killer karena gejalanya yang tidak kasat mata namun berisiko tinggi menyebabkan kecacatan hingga kematian akibat patah tulang. Kehadiran pengurus baru ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mengubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesehatan rangka tubuh.
Perwatusi Riau menegaskan posisinya sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang mandiri dan bebas dari kepentingan politik. Fokus utama organisasi ini adalah memperluas jangkauan edukasi terkait upaya pencegahan dini osteoporosis. Melalui berbagai program sosialisasi, Perwatusi berkomitmen untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya asupan kalsium, vitamin D, serta aktivitas fisik yang teratur guna menjaga kepadatan tulang sejak usia muda.
Salah satu target utama edukasi Perwatusi adalah kaum perempuan, yang secara medis memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis, terutama saat memasuki masa pasca-monopause. Penguatan kesadaran di kalangan ibu rumah tangga dan kelompok perempuan lainnya dinilai sangat efektif untuk membangun budaya sehat dalam keluarga, sehingga risiko pengeroposan tulang dapat diminimalisir melalui pemenuhan gizi keluarga yang seimbang.
Ketua dan seluruh jajaran pengurus DPD Perwatusi Riau yang baru dilantik menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung ke tengah masyarakat. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan titik awal kolaborasi yang lebih erat antara pegiat kesehatan tulang dengan pemangku kebijakan kesehatan di Provinsi Riau. Sinergi ini mencakup koordinasi teknis dalam penyediaan sarana deteksi dini kepadatan tulang yang lebih mudah diakses oleh publik.
Melalui kerja sama yang solid antara Dinas Kesehatan dan Perwatusi, diharapkan angka penderita osteoporosis di Provinsi Riau dapat ditekan secara signifikan dalam tiga tahun ke depan. Visi besar untuk mewujudkan masyarakat Riau yang sehat, kuat, dan produktif secara fisik hanya dapat tercapai jika setiap individu memiliki tulang yang kokoh untuk menopang seluruh aktivitas pembangunannya.
Sumber : Dinkes Riau
