SMARTPEKANBARU.COM – Polres Kuantan Singingi (Kuansing) memburu pemilik hingga bos Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang menyebabkan tewasnya seorang pekerja berinisial CNR (20) saat menambang emas di Dusun Sungai Betung, Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah pada Jumat (28/11/2025) sore kemarin.
Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing), AKBP R. Ricky Pratidiningrat melalui Kasat Reskrim IPTU Gerry Agnar Timur, Minggu (30/11/2025) mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas pemilik hingga pemodal PETI nahas tersebut.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Polres Kuansing memastikan akan melakukan penyidikan menyeluruh terhadap aktivitas PETI ini, termasuk mencari dua rekan korban serta mengejar pemilik dan pemodal,” tegas IPTU Gerry.
IPTU Gerry mengatakan, mereka telah mengantongi identitas pemilik mesin sekaligus pemodal yang diduga berinisal E (37), warga Dusun Sungai Berung, Desa Jake.
Penyidik akan memeriksa seluruh pihak terkait untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
“Saat ini, Polres Kuansing tengah melengkapi administrasi penyidikan, mengumpulkan barang bukti tambahan, mencari dua rekan korban yang masih melarikan diri, serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum lanjutan,” ujar IPTU Gerry.
IPTU Gerry menjelaskan, peristiwa tragis terjadi pada Jumat (28/11/2025) sore kemarin sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban tertimbun longsoran ketika bekerja bersama dua rekannya, berinisal R (21) dan Y (22) sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu korban berada di dalam lubang sedalam sekitar satu meter untuk melakukan penyedotan material.
Tiba-tiba tebing tanah galian longsor dan langsung menimpa korban.
Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri dan mencari pertolongan warga.
“Hingga beberapa warga dan Kades Jake turun melakukan upaya penyelamatan. Namun, penyelamatan manual membutuhkan waktu lama,” ujar IPTU Gerry.
IPTU Gerry mengatakan pihaknya telah turun ke lokasi hari itu juga.
Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin Robin, karpet, dulang, skop, dan ember berisi pasir.
“Kami berjanji akan menindak tegas aktivitas PETI yang membahayakan keselamatan dan merusak lingkungan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jake, Mariantoni mengatakan, bahwa upaya penyelamatan korban berlangsung lama karena dilakukan secara manual tanpa alat berat.
Penyelamatan yang melibatkan warga serta Bhabinkamtibmas memakan waktu hingga satu setengah jam.
“Awalnya ada warga yang datang ke rumah, melaporkan ada warga tertimbun longsor. Saya langsung hubungi Bhabinkamtibmas untuk bersama-sama ke lokasi. Setiba di sana, sudah ada beberapa warga yang sedang mengorek material di kolam,” ujar Mariantoni.
Kata Mariantoni, tubuh CNR ditemukan pada pada pukul 17.30 WIB.
Tubuh korban kata Mariantoni ditemukan sekitar satu meter di dasar kolam sekitar tebing kolam yang runtuh.
Karena sudah meninggal dunia, CNR langsung dibawa ke rumah duka.
“Jenazah korban langsung dimakamkan malam itu juga,” ujar Marantoni
“Kami berjanji akan menindak tegas aktivitas PETI yang membahayakan keselamatan dan merusak lingkungan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jake, Mariantoni mengatakan, bahwa upaya penyelamatan korban berlangsung lama karena dilakukan secara manual tanpa alat berat.
Penyelamatan yang melibatkan warga serta Bhabinkamtibmas memakan waktu hingga satu setengah jam.
“Awalnya ada warga yang datang ke rumah, melaporkan ada warga tertimbun longsor. Saya langsung hubungi Bhabinkamtibmas untuk bersama-sama ke lokasi. Setiba di sana, sudah ada beberapa warga yang sedang mengorek material di kolam,” ujar Mariantoni.
Kata Mariantoni, tubuh CNR ditemukan pada pada pukul 17.30 WIB.
Tubuh korban kata Mariantoni ditemukan sekitar satu meter di dasar kolam sekitar tebing kolam yang runtuh.
Karena sudah meninggal dunia, CNR langsung dibawa ke rumah duka.
“Jenazah korban langsung dimakamkan malam itu juga,” ujar Marantoni.
sumber ; tribunpekanbaru.com
