SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Keluhan lambung yang disertai rasa cemas berlebihan sering kali membuat penderitanya terjebak dalam siklus kesehatan yang membingungkan. Fenomena yang dikenal sebagai “Double Trouble” ini dikupas tuntas dalam sesi edukasi kesehatan program podcast yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Halo Awal Bros pada hari ini, Jumat (08/05/2026).
Talkshow bertajuk “Double Trouble: Saat GERD bertemu Anxiety” ini menghadirkan narasumber ahli, dr. Dea Raisa, M.Med. Sc., Sp.KJ, seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru. Dalam pemaparannya, dr. Dea menjelaskan hubungan erat antara sistem pencernaan dan kondisi psikologis manusia yang saling memengaruhi satu sama lain secara signifikan.
Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa stres dan kecemasan dapat memicu produksi asam lambung berlebih, begitu pula sebaliknya, sensasi fisik dari GERD sering kali memicu serangan panik. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya fokus pada pengobatan fisik, tetapi juga mulai memperhatikan kesehatan mental untuk mencapai kesembuhan yang menyeluruh.
Dalam sesi interaktif yang berlangsung hangat, dr. Dea Raisa menjawab berbagai keresahan yang dialami oleh para pasien GERD-Anxiety:
Edukasi kepada Keluarga dan Lingkungan
Menjawab keluhan tentang penderita yang sering dianggap “lebay” oleh lingkungan sekitar, dr. Dea menekankan pentingnya dukungan keluarga. Penderita disarankan untuk menjelaskan bahwa kondisi ini memiliki dasar medis yang nyata (psikosomatik), di mana sensasi fisik yang dirasakan memang benar adanya dan bukan sekadar karangan pikiran. Dukungan moral sangat membantu mempercepat proses pemulihan.
Pertolongan Pertama Saat Serangan Panik
Mengenai penanganan saat tiba-tiba terkena serangan panik dan sesak napas akibat asam lambung, langkah pertama yang dianjurkan adalah tetap tenang dan melakukan teknik pernapasan perut (diafragma) serta memposisikan tubuh tetap tegak. Menenangkan pikiran adalah kunci agar otot katup lambung tidak semakin menegang akibat stres.
Penggunaan Obat Mag yang Tidak Tepat
Terkait kebiasaan minum obat mag saat lapar alih-alih makan, ditekankan bahwa hal tersebut tidak dianjurkan sebagai solusi utama. Meski obat mag berfungsi menetralkan asam lambung, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi yang teratur untuk menjaga keseimbangan sistem pencernaan.
Membedakan Nyeri Dada GERD dan Anxiety
Menjelaskan perbedaan nyeri dada, dr. Dea memaparkan bahwa nyeri akibat GERD biasanya disertai sensasi terbakar (heartburn) hingga rasa pahit di kerongkongan. Sementara itu, nyeri karena anxiety cenderung berupa rasa sesak atau tekanan kuat di dada yang sering kali muncul bersamaan dengan pikiran negatif atau kegelisahan yang memuncak.
Bahaya Mencari Validasi Kesehatan di Internet
Dalam kasus GERD-Anxiety, kebiasaan terlalu sering mencari diagnosis mandiri di internet (cyberchondria) justru dapat memperburuk kondisi mental. Informasi yang tidak akurat dapat meningkatkan rasa cemas secara drastis, sehingga pemeriksaan langsung ke tenaga medis profesional tetap menjadi solusi terbaik.
Sebagai penutup, dr. Dea Raisa, M.Med. Sc., Sp.KJ mengingatkan bahwa mengelola pikiran sama pentingnya dengan mengelola pola makan. Dengan pemahaman yang benar, siklus “Double Trouble” ini dapat diputus dan kualitas hidup pasien dapat kembali optimal.
