Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Prabowo Ingin Kebut Ratifikasi Perjanjian Dagang RI-Amerika Latin, Potensinya Besar Nasional
  • Dokter Spesialis Paru Jadi Wamenkes Baru, Adakah Harapan bagi Indonesia Eliminasi TBC di 2030? Health
  • TWS Nothing CMF Buds 2 dan 2a Resmi di Indonesia, Ada ANC Harga Rp 600.000-an Technology
  • Langgar Kawasan Tanpa Rokok, ASN Terancam Sanksi Potong TPP Government
  • Tiga Kali Pelantikan, Masih Banyak Posisi Jabatan Kosong di Pemko Pekanbaru News Update

Mengenal Sindrom Sarang Kosong, Saat Orang Tua Kesepian Melihat Anak Sudah Mandiri

Posted on 18 Juli 202518 Juli 2025 By Anisa Tak ada komentar pada Mengenal Sindrom Sarang Kosong, Saat Orang Tua Kesepian Melihat Anak Sudah Mandiri

SMARTPEKANBARU.COM – Orangtua bisa merasa hampa dan kehilangan arah ketika anak-anak mereka mulai hidup mandiri dan meninggalkan rumah. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom sarang kosong , dan sering terjadi pada usia lanjut ( lansia ). Psikolog klinis dewasa, Syaikha Nabila, M.Psi., Psikolog mengatakan, sindrom sarang kosong adalah respons emosional yang bisa dialami orangtua saat anak-anak meninggalkan rumah.

Empty nest syndrome itu bisa dialami orangtua atau lansia. Kondisi ini mengacu pada perasaan sedih, kesepian , dan kehilangan yang dialami beberapa orang tua ketika anak-anak mereka meninggalkan rumah,” jelas Syaikha saat dihubungi Kompas.com , Jumat (11/7/2025).

Menurut Syaikha, sindrom sarang kosong bisa muncul ketika orangtua kehilangan peran utama dalam pengasuhan, dan tidak lagi menjadi pusat kegiatan dalam rumah tangga. Kondisi ini bisa terjadi karena anak-anak pergi merantau, menikah, atau membangun kehidupan sendiri. Perubahan ini dapat memicu rasa kehilangan identitas.

Sindrom sarang kosong pada lansia

Bisa memengaruhi mental

Syaikha melanjutkan, meskipun sindrom ini tidak termasuk diagnosis klinis dalam dunia psikologi, sindrom sarang kosong tetap dapat berdampak besar pada kesehatan mental lansia. “Meskipun diagnosisnya tidak klinis, sindrom sarang kosong ini bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan emosional dan kesehatan mental orang tua juga,” ucapnya.  Rasa kesepian yang tak teratasi dapat berkembang menjadi gejala depresi dan kecemasan, serta menurunnya motivasi untuk menjalani aktivitas harian.

Bagaimana cara mengatasi sindrom sarang kosong ?

Dukungan sosial sangat dibutuhkan

Untuk mencegah sindrom sarang kosong , lanjut Syaikha, orangtua sangat membutuhkan dukungan sosial. Tidak hanya dari keluarga, tetapi juga dari lingkungan tempat tinggal, komunitas, atau bahkan teman sebaya. “Untuk mencegahnya, mereka perlu teman ngobrol untuk bisa bersosialisasi dengan orang yang seusia dengan mereka, berbagi pengalaman, dan pastinya mereka merasa memiliki banyak dukungan ,” jelasnya.

Kegiatan sederhana, seperti mengikuti pengajian, kelompok lansia, atau sekadar berbincang santai di lingkungan sekitar, dapat membantu mengurangi rasa hampa yang dirasakan. Kendati demikian, dalam beberapa kasus, sindrom sarang kosong juga menjadi salah satu alasan orang tua memilih tinggal di panti jompo . Bukan karena ditinggalkan, melainkan karena ingin kembali mendapatkan interaksi sosial.

“Anak-anaknya sudah mandiri, maka hal ini juga jadi alasan sebagian orangtua memilih untuk tinggal di panti jompo ,” katanya. Di lingkungan tersebut, mereka bisa berinteraksi dengan teman sebaya, mengikuti berbagai kegiatan bersama, dan merasa lebih dihargai.

Sumber : Kompas.com

Lifestyle

Navigasi pos

Previous Post: Cara Membuat WhatsApp Web Blur biar Tidak Bisa Diintip
Next Post: Kemitraan IEU-CEPA Untungkan Indonesia di Sektor Ekonomi

Related Posts

  • Tips Mempersiapkan Bayi untuk Beralih dari DBF ke ASI Pompa Lifestyle
  • Brisia Jodie Pakai Gaun Pengantin Klasik, Sebut Inspirasinya Dari Kate Middleton Lifestyle
  • Lebaran Iduladha 2025 Kapan? Ini Penetapan Muhammadiyah dan Pemerintah Lifestyle
  • Latte Dad, Gaya Pengasuhan Anak di Swedia yang Andalkan Para Ayah Lifestyle
  • Gen Z Pilih Isi Liburan dengan Menemukan Kedamaian di Biara Lifestyle
  • Ketahui Dampak Minum Kopi Setiap Hari bagi Tekanan Darah Lifestyle

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Meriahkan Hari Kartini, Puluhan Anak TK dan SD Unjuk Kreativitas di Lomba Mewarnai Bono Hotel Pekanbaru
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Persaingan Ketat, Pejabat Daerah dan Kementerian Berebut Kursi Sekdaprov Riau News Update
  • Harga Tiket Ekonomi Batam Jet Dumai-Batam dan Dumai-Tanjung Balai Karimun Economy
  • Telkom Riau Perkenalan dan Penawaran Layanan Telkom di RS Awal Bros Baloi Batu Aji Ordinary News
  • Pemprov Riau Siapkan Bonus Ratusan Juta bagi Qori Qoriah Prestasi di STQH Nasional Kendari Riau
  • Hotel Penuh Jelang Pacu Jalur, DPRD Riau Usulkan Rumah Warga dan Sekolah Jadi Tempat Inap Government
  • Wakil Ketua DPR soal Demo Tutup Jalan: Bagaimana Investor Mau Masuk? Government
  • One of the best project management software for creatives 2022 Highlights
  • DPRD Riau Sepakat Larangan Flexing dan Perjalanan Dinas Luar Negeri Sesuai Edaran Mendagri News Update

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme