Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Purbaya Pede Prospek Bursa 2026, IHSG Diprediksi Tembus 10.000 Business Today
  • Komitmen Pemprov Riau dalam Perlindungan Perempuan dan Anak Dapat Apresiasi dari Pemerintah Pusat Government
  • Pekanbaru Bebas Lubang? Pemko Siapkan Rp 100 Miliar untuk Drainase dan Kebut Perbaikan 17 Jalan Utama Government
  • Telkom Area Riau Jalin Sinergi dengan SMA IT Fadhillah Pekanbaru Guna Dorong Digitalisasi melalui Pijar Sekolah Ordinary News
  • KPR Subsidi Jadi Jalan Perempuan Muda Wujudkan Hunian Mandiri di Pekanbaru Economy

Atlet Muda Bisa Berisiko Henti Jantung, Kenali Penyebab dan Cara Mengecahnya

Posted on 8 Oktober 20258 Oktober 2025 By Anjelina Laia

SMARTPEKANBARU.COM – Kasus henti jantung (cardiac arrest) pada atlet atau usia muda bisa terjadi, bahkan pada mereka yang tampak sehat dan rutin berolahraga. 

Menurut dr. Hasjim Hasbullah, Sp.JP, FIHA, AIFO-K, dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah, henti jantung bisa terjadi tanpa gejala dan bahkan pada orang yang terlihat bugar.

Dalam beberapa kasus, atlet yang sedang berlatih atau bertanding tiba-tiba kolaps dan tidak sadarkan diri. Kondisi ini sering mengejutkan karena tidak ada gejala sebelumnya, padahal penyebabnya bisa berasal dari gangguan jantung yang tidak terdeteksi.

“Banyak sekali di berita, orang yang sehat-sehat saja tiba-tiba meninggal,” ujar dr. Hasjim dalam acara Penerimaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) edukasi basic life support Siloam Hospitals, di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Adapun henti jantung ditandai dengan tidak terabanya nada atau pernapasan yang terganggu atau tersengal-sengal, yang merupakan tanda awal akan terjadinya henti jantung. 

Risiko penyakit jantung pada usia muda Aritmia dan kardiomiopati jadi penyebab tersembunyi

Henti jantung pada usia muda umumnya dipicu oleh gangguan pada sistem kelistrikan jantung atau kelainan otot jantung. Menurut dr. Hasjim, penyebab henti jantung pada usia muda umumnya berhubungan dengan gangguan irama jantung (aritmia) atau kelainan otot jantung (kardiomiopati). Kedua kondisi ini bisa berlangsung tanpa gejala dan baru tampak ketika seseorang melakukan aktivitas fisik berat.

“Selain penyakit jantung koroner, banyak penyakit lain, seperti penyakit aritmia, penyakit kardiomiopati,” jelas dr. Hasjim.

Apabila seseorang melakukan aktivitas berat, kerja jantung meningkat drastis. Bila ada kelainan tersembunyi, kondisi ini bisa memicu gangguan irama yang membuat jantung berhenti mendadak.

“Jadi kita tidak pernah tahu. Bahkan saya sendiri sebagai dokter jantung sudah menyediakan obat darurat untuk saya sendiri,” tutur dr. Hasjim.

Faktor genetik dan risiko turunan

Beberapa kasus henti jantung juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Dr. Hasjim menjelaskan, jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi, risikonya tentu akan lebih besar.

Namun, ia menekankan bahwa faktor genetik bukan satu-satunya penyebab. Pola hidup dan kebiasaan juga sangat berpengaruh.

“Jika kita ada keturunan, namun kita bisa menjaga gula kita bagus, kolesterol kita bagus, tensi kita bagus, Insyaallah kita aman,” ujarnya.

Pentingnya skrining jantung pada atlet

Untuk mencegah henti jantung mendadak, pemeriksaan atau skrining jantung sejak dini sangat dianjurkan, terutama bagi atlet atau individu dengan aktivitas fisik tinggi. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi kelainan yang tidak tampak dari luar.

“Untuk atlet-atlet, kita sebagai dokter jantung, kita selalu menganjurkan agar mereka melakukan skrining dini untuk mengetahui kondisi,” kata dr. Hasjim.

Selain pemeriksaan medis, penting juga kesiapsiagaan lingkungan olahraga dalam menghadapi situasi darurat. Edukasi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan ketersediaan alat Automated External Defibrillator (AED) di fasilitas olahraga dapat menjadi faktor penentu keselamatan ketika henti jantung terjadi secara tiba-tiba.

Kesadaran jadi kunci pencegahan

Dr. Hasjim menilai, kesadaran masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan jantung masih rendah. Padahal gejala ringan, seperti mudah lelah, nyeri dada, atau sesak napas saat berolahraga bisa menjadi tanda awal masalah jantung.

“Begitu Anda merasa mudah capek, kadang disertai dengan rasa tidak nyaman di dada, sebaiknya Anda hubungi dokter jantung terdekat,” katanya.

Sebagaimana ditegaskan dr. Hasjim, menjaga jantung bukan hanya soal olahraga, tapi juga tentang mengenali kondisi tubuh dan bertindak cepat sebelum terlambat.

Sumber : Kompas.com

Health, Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: Ditemukan TPS Ilegal Lagi, DPRD Pekanbaru Minta LPS Pastikan Angkut Sampah dari Rumah ke Rumah Warga
Next Post: Bupati Inhil H. Herman Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Gerai Mal Pelayanan Publik

Related Posts

  • Harga Daging Ayam hingga Ikan Melonjak Akibat Tata Kelola MBG yang Tersentralisasi Economy
  • Lawan Stunting dari Meja Posyandu: Cerita Kader Sekar Melati Kawal Tumbuh Kembang Anak Riau News Update
  • Bantahan Zulhas soal Isu Pelepasan 1,6 Juta Hektar Lahan Hutan dan Tesso Nilo Business Today
  • Dinilai Membebani APBD, DPRD Pekanbaru Desak Evaluasi THL di Seluruh OPD Ordinary News
  • Cukai Minuman Berpemanis: Diusulkan Sri Mulyani, Ditunda Purbaya Business Today
  • Polda Riau Awasi Harga dan Stok Beras, Berani Selewengkan Akan Ditindak Tegas Ordinary News

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Respons Cepat Aspirasi Warga, Pemprov Riau Targetkan Perbaikan Jalan Minas–Tualang Dimulai Mei 2026
  • Mona Plaza Hotel Hadirkan Paket Event All in One, dari Meeting hingga Mini Soccer
  • Bapenda Riau Sediakan Cek Kesehatan Gratis untuk Wajib Pajak di Kampar

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Arsilia Arsyadjuliandi Mengharumkan Nama Riau dengan Meraih Penghargaan ASEAN Women Entrepreneur Network di Kamboja Internasional
  • KPR Subsidi Jadi Jalan Perempuan Muda Wujudkan Hunian Mandiri di Pekanbaru Economy
  • Keren, Riau Sharia Week 2024 Diresmikan Business Today
  • 15 Pengendara ditilang, Dirlantas Polda Riau Pantau Pengendara Ngebut di Tol Pekanbaru-Dumai News Update
  • SPI, Alat Strategis Pemprov Riau Cegah Korupsi Lewat Pemetaan Risiko Government
  • IHSG Melandai 0,40 Persen di Akhir Pekan, Kurs Rupiah Melemah ke 16.300-an Economy
  • Disiplin Kerja ASN Disorot, Wali Kota Pekanbaru Larang Main TikTok di Jam Kerja News Update
  • Harga Emas Antam Melejit Rp 2,095 Juta/Gram, UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun Economy

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme