SMARTPEKANBARU.COM – Sebanyak 14.634 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kerajinan tercatat aktif di Kabupaten Siak. Dari jumlah itu, sebagian besar bergerak di sektor industri kecil menengah dan kerajinan tradisional.
Jumlah itu dicatat oleh Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Siak. Mitra promosi dari UMKM itu selama ini adalah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
“Kami tengah menyiapkan strategi penguatan dua produk unggulan daerah, yaitu tenun dan batik Siak,” ujar Ketua Dekranasda Kabupaten Siak, Robiati, Selasa (28/10/2025).
Ia mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun identitas dan daya saing produk lokal. Ia menjelaskan, tenun dan batik dipilih sebagai dua brand utama karena memiliki nilai sejarah dan potensi ekonomi yang besar.
“Kami ingin mengangkat dua komoditas yang menjadi branding Kabupaten Siak, yaitu tenun dan batik. Program ini juga mencakup pengembangan sentra tenun di Kecamatan Siak, Mempura, dan Sungai Apit, serta batik untuk Siak dan Dayun,” ujar Robiati.
Selain penguatan brand, Dekranasda juga menyiapkan sejumlah program kerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Termasuk rencana pemindahan kantor dan strategi pemasaran agar produk kerajinan lokal lebih dikenal luas.
“Kami berharap sinergi lintas sektor dapat menjaga keberlanjutan pelaku usaha, sekaligus memastikan produk kerajinan Siak mampu bersaing di pasar regional dan nasional,” ujarnya.
Bupati Siak Afni Zulkifli telah meninjau sejumlah produk. Terutama berkaitan dengan tenun dan batik di sekretariat Dekranasda.
Menurutnya, pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan UMKM dan pelaku kerajinan. Ia meminta OPD terkait aktif mendampingi Dekranasda agar program berjalan efektif dan menghasilkan kemajuan nyata.
“14,600 lebih UMKM dan kerajinan itu harus dijaga agar tidak berkurang. Tolong OPD bantu Dekranasda agar program ini berjalan. Saya ingin ada progres. Dekranasda Siak harus punya pasar dan mampu memproduksi dalam skala besar,” kata Afni.
Afni juga menginginkan Dekranasda mempelajari strategi promosi dari daerah lain serta memanfaatkan berbagai agenda budaya untuk memperluas pasar. Salah satunya, Julang Budaya Siak yang akan digelar pada 15–16 November mendatang.
“Agenda budaya itu bisa jadi momentum untuk mempromosikan produk lokal dan memperkuat ekonomi kreatif daerah,” ujar Afni.
Langkah Dekranasda ini diharapkan menjadi awal penguatan ekosistem UMKM dan kerajinan di Siak. Sebab aktivitas UMKM dapat memperkokoh posisi tenun dan batik Siak sebagai identitas budaya dan ekonomi daerah.
Sumber ; Tribunpekanbaru.com
