SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Penyakit stroke sering kali dianggap sebagai ancaman mendadak yang hanya menyerang usia lanjut. Namun, dalam podcast edukasi kesehatan terbaru, RS Awal Bros menekankan pentingnya optimalisasi diagnosis melalui teknologi terbaru agar penanganan dapat dilakukan secara presisi sebelum terjadi kerusakan saraf permanen.
Informasi tersebut disampaikan oleh narasumber ahli, dr. Yan Leo Tambunan, Sp.N, FINA dalam sesi edukasi interaktif bersama tim Halo Awal Bros.
dr. Yan Leo menjelaskan bahwa dalam menghadapi stroke, setiap detik sangatlah berharga. Salah satu metode paling unggul untuk mendeteksi gangguan pembuluh darah di otak adalah dengan Digital Subtraction Angiography (DSA).
Prosedur DSA merupakan teknik pemindaian menggunakan sinar-X yang mampu memberikan gambaran aliran darah secara real-time. Keunggulannya adalah kemampuan alat ini untuk “menghilangkan” bayangan tulang dan jaringan sekitar, sehingga dokter dapat fokus melihat titik sumbatan, penyempitan, maupun pelebaran pembuluh darah (aneurisma) dengan akurasi yang sangat tinggi.
dr. Yan Leo menegaskan bahwa DSA bukan sekadar alat diagnosis (melihat), tetapi juga bisa berfungsi sebagai alat terapi (tindakan). Jika ditemukan sumbatan saat prosedur berlangsung, dokter dapat langsung melakukan tindakan intervensi untuk melancarkan kembali aliran darah dalam satu rangkaian prosedur yang minim invasif.
Selain itu, dr. Yan Leo mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala awal stroke seperti kelemahan sesisi tubuh, bicara pelo, atau sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. Deteksi dini melalui DSA dinilai sangat penting bagi individu dengan faktor risiko tinggi, seperti penderita hipertensi berat atau diabetes, guna mencegah terjadinya serangan stroke yang fatal.
Diharapkan dengan adanya edukasi ini, masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan pembuluh darah dan tidak menunggu kondisi kritis sebelum mencari bantuan medis.
Dalam sesi interaktif tersebut, dr. Yan Leo Tambunan, Sp.N, FINA menjawab beberapa pertanyaan yang sering diajukan masyarakat terkait stroke dan DSA:
Stroke pada Usia Muda
Menjawab pertanyaan mengenai risiko usia, dr. Yan Leo menjelaskan bahwa stroke kini tidak hanya menyerang lansia. “Tren saat ini menunjukkan peningkatan kasus pada usia produktif. Hal ini sangat dipengaruhi oleh pola hidup, stres, dan faktor risiko yang tidak terkontrol sejak dini,” tegas beliau.
Stroke sebagai Silent Killer
Menanggapi pertanyaan mengapa stroke sering disebut pembunuh senyap, dokter menjelaskan bahwa faktor pemicu utamanya, seperti tekanan darah tinggi, seringkali tidak memberikan gejala fisik atau rasa sakit yang nyata. Pasien merasa sehat-sehat saja sampai akhirnya terjadi serangan mendadak yang melumpuhkan.
Penanganan Pertama pada Gejala Stroke
Menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai pertolongan pertama, dr. Yan Leo memberikan instruksi krusial: Jika melihat seseorang terkena gejala stroke, segera bawa ke rumah sakit dengan fasilitas penanganan stroke lengkap sebelum melewati Golden Period (kurang dari 4,5 jam). Jangan memberikan minum atau obat sendiri karena berisiko tersedak dan memperparah kondisi.
DSA untuk Skrining (Pencegahan)
Menjelaskan kegunaan lain dari DSA, beliau menyebutkan bahwa prosedur ini sangat efektif sebagai metode skrining. Bagi mereka yang memiliki risiko tinggi, DSA dapat memetakan kondisi pembuluh darah secara mendetail sehingga potensi sumbatan atau pecahnya pembuluh darah dapat diantisipasi dan ditangani sebelum serangan stroke terjadi.
Sebagai penutup, dr. Yan Leo mengingatkan bahwa kecepatan diagnosis adalah kunci utama keselamatan. “Jangan menunggu sampai terjadi kelumpuhan permanen, karena dalam kasus stroke, waktu adalah nyawa dan fungsi otak pasien.”
