SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah Kota Pekanbaru tengah menghadapi tantangan serius dalam pengawasan ruang publik.
Sejumlah kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) eksisting dilaporkan rusak, sebagian besar akibat ulah orang tak dikenal (OTK) yang merusak perangkat vital tersebut.
Data dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru mencatat, dari sekitar 30 unit CCTV yang sebelumnya aktif, kini hanya tersisa satu unit yang masih berfungsi dengan baik.
CCTV tersebut berada di Simpang Labersa dan masih membantu pemantauan lalu lintas dari arah Jalan Labersa, Jalan Rawa Mangun, dan Jalan Setia Maha Raja.
“Perbaikannya cukup menantang, karena banyak kasus di lapangan. Ada yang rusak, ada juga komponen yang hilang,” ujar Plt Kepala Diskominfotiksan Kota Pekanbaru, Muhammad Syuhud, Sabtu (18/10/2025).
Beberapa bulan lalu, lima unit CCTV masih bisa diakses melalui situs resmi cctv.pekanbaru.go.id..
Lokasinya mencakup Simpang Bukit Barisan–Jalan Imam Munandar, Simpang Pasar Bawah, Simpang Mal Pekanbaru, dan RTH Kaca Mayang. Namun kini, semuanya tidak lagi aktif.
Meski begitu, Pemko Pekanbaru tidak tinggal diam. Syuhud menyebut pihaknya bersama Dinas Perhubungan tengah memasang 35 unit CCTV baru dari target 60 unit.
Jika digabung dengan CCTV eksisting yang akan diperbaiki, totalnya bisa mencapai 90 unit yang tersebar di seluruh wilayah kota.
“Nantinya semua CCTV akan terhubung ke Command Centre, sehingga bisa membantu pengawasan lalu lintas dan ruang publik secara real-time,” jelas Syuhud.
Dalam upaya memperluas jangkauan pengawasan, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, berencana menyurati badan usaha yang memiliki CCTV.
Tujuannya agar perangkat mereka bisa terintegrasi dengan sistem Command Centre Pemko Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem keamanan kota dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di titik-titik rawan kejahatan dan kemacetan.
Dengan perbaikan dan penambahan CCTV, Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen menjadikan teknologi sebagai “mata kota” untuk mendukung tata kelola yang lebih responsif dan transparan.
Sumber : Tribunpekanbaru.com
