SMARTPEKANBARU.COM – Bencana akibat Siklon Tropis 95B yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar), mulai berdampak di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing, Minggu (30/11/2025) melaporkan bahwa kondisi Sungai Kuantan mulai mengalami kenaikan debit.
“Sudah terlihat dalam dua hari ini, ketinggian air menunjukkan peningkatan secara signifikan,” ujar Kalaksa BPBD Kuansing, Yulizar.
Selain memantau ketinggian air di Teluk Kuantan, BPBD juga memantau kondisi Sungai Kuantan di bagian hulu dengan berkoordinasi dengan Kabupaten Sijunjung.
Pasalnya sejumlah anak sungai di daerah Sumbar sudah meluap dan menyebabkan banjir.
“Ini harus kami waspadai, apalagi tanda-tanda telah terlihat. Debit Sungai Kuantan di Kuansing meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kuansing, Suhardiman Amby menjelaskan, dari laporan yang diterima, Batang Palangki, Batang Sinamar Batang Kuantan, Batang Ombilin, Batang Sukam hingga Batang Takuang yang menyatu di Muaro Sijunjung telah meluap.
“Bahkan jalan dan jembatan di daerah tersebut dilaporkan putus diterjang banjir di Sijunjung,” ujar Suhardiman.
Suhardiman Amby pun telah memerintahkan agar seluruh OPD siaga dalam menghadapi potensi bencana banjir.
Saat ini, Pemkab Kuansing telah mendirikan tenda Posko bencana banjir di Taman Jalur.
“Saya sudah intruksikan seluruh OPD terkait siaga. Siapkan semua peralatan, personil dan l logistik. Kami juga bersinergi dengan Polres dan Dandim,” ujarnya.
Selain mendirikan posko, BPBD, Dishub dan Satpol PP PKP juga diintruksikan untuk melakukan patroli dan pemantauan intensif terhadap kondisi debit Sungai Kuantan.
Seluruh tim diperintahkan untuk melaporkan kondisi Sungai Kuantan secara realtime.
“Perahu evakuasi, perahu penyelamat hingga perahu distribusi logistik harus disiagakan. Semua Camat hingga Kades harus siaga dan melaporkan kondisi di wilayahnya masing-masing,” ujar Suhardiman Amby.
Ia juga meminta seluruh Camat dan Kades untuk aktifkan Siskamling, mulai dari Kecamatan Hulu Kuantan hingga Cerenti.
Masyarakat juga diimbau untuk menjauhi daerah aliran sungai.
“Surat Edaran terkait kesiapsiagaan bencana banjir telah disebar ke seluruh Kecamatan dan desa,” ujar Suhardiman Amby.
sumber ; tribunpekanbaru.com
